Dari Sukabumi Sampai Cilegon Demi Lewati Screening Gelombang Kedua IJL U-13 2020


IJL.Com- 17 tim kontestan Indonesia Junior League (IJL) U-13 2020 baru saja usai menjalani proses screening pemain. Berangkat sejak pagi buta, dari Sukabumi sampai Cilegon.

Screening pemain kompetisi IJL U-13 2020 terus berlanjut. Bertempat di F7 Mini Soccer, Cilandak, Jakarta Selatan pada akhir pekan kemarin tepatnya Sabtu (29/2), 17 tim hadir dalam sesi gelombang kedua.

Akhir pekan sebelumnya (22/2), 19 tim sudah terlebih dahulu menjalani screening gelombang pertama. Saat itu tercatat, ada total 587 pemain yang harus melewati tahapan pengecekan keabsahan dokumen, sensor sidik jari dan sesi foto.

Dari 17 tim yang hadir di sesi gelombang kedua, tiga diantaranya bisa dikatakan "tamu jauh". Adalah Surya Bakti Cilegon, KMJR Cilegon dan Sukabumi Pro Soccer yang dimaksud.

Sukabumi Pro Soccer misalnya yang mendapat giliran jadwal screening mulai pukul 08.00 WIB. Mau tidak mau, mereka harus berangkat sejak pagi buta menuju Ibu Kota.

"Naik bus, berangkat jam tiga subuh dari Sukabumi. Berhenti sebentar di rest area buat sarapan," ujar salah seorang pemain Sukabumi Pro Soccer sembari tersenyum.

"Tadi sepanjang perjalanan ke Jakarta sempat tidur tapi ga bisa terlalu nyenyak karena kepikiran dan penasaran seperti apa screening IJL," tambahnya lagi tak kuasa menahan tawa.

Begitu juga dengan Surya Bakti Cilegon. Sama seperti Sukabumi Pro Soccer yang punya label tim debutan, kesebelasan dengan logo Buaya di Dada itu menegaskan komitmennya untuk berlaga di kompetisi IJL dengan datang tepat waktu tepat di pukul 13.00 WIB

Menariknya di gelaran IJL U-13 2020, aroma Derby Cilegon bisa jadi bumbu yang ditunggu-tunggu. Seperti diketahui, selain Surya Bakti, Ksatria Merak ogah ketinggalan naik panggung.

"Spektrumnya musim ini memang terasa lebih luas, kalau dulu hanya sampai Cilegon sekarang gaung IJL bisa terdengar sampai Sukabumi," terang CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis.

"Setelah menjalani screening Sukabumi Pro Soccer bahkan menyempatkan diri untuk menjalani laga uji coba dengan konsep trofeo melawan dua kontestan IJL lainnya yakni Indonesia Rising Star dan CISS. Ya ini artinya ada sebuah komitmen besar mau mereka tunjukkan," tambah Rezza.

"Derby Cilegon? Oh ya pastinya itu jadi salah satu bumbu yang siap tersaji di kompetisi IJL," tutur Rezza.

Rezza mengaku salut atas komitmen yang ditunjukkan tim peserta. Menurutnya, ini bisa jadi energi positif yang bisa terus dijaga selama kompetisi bergulir.

Hal itu salah satunya bisa terlihat dari keseriusan tiap tim dalam urusan mendaftarkan pemainnya terlebih dahulu lewat website resmi IJL. Selain menjunjung tinggi nilai profesionalisme terkhusus soal pentingnya merawat digitalisasi database, hal itu juga mempermudah pertukaran informasi secara lebih cepat, akurat serta transparan.

"Musim ini bisa dibilang juga jadi awal kampanye IJL untuk lebih menggalang kepedulian akan pentingnya database pemain. Sepak bola selalu berevolusi, jawaban salah satunya harus lebih melek teknologi," ujar Rezza.

"Kami juga mencatat 2020 nanti ada empat pesepak bola putri siap berlaga di IJL U-13, musim kemarin hanya satu yakni Gisella Gwen Michelle (Brazilian Soccer School) yang bahkan mampu menembus skuat Persija Jakarta. Saya rasa ini bisa jadi motivasi estafet para srikandi rumput hijau," sambung Rezza.

Secara keseluruhan, Rezza juga mengatakan tim-tim yang berlaga di IJL U-13 2020 nampak sudah siap luar dalam melewati sengitnya atmosfer kompetisi yang akan berlangsung selama enam sampai tujuh bulan ke depan. Total musim ini, ada 36 tim ikut serta termasuk sang jawara bertahan, M'Private Soccer School.

"Ya artinya semakin banyak kontestan akan semakin kompetitif tingkat persaingan. Musim lalu bisa jadi sandaran bagaimana tidak ada tim yang terlalu superior dan prediksi bisa jatuh bertumbangan khususnya saat memasuki babak knock-out," ujar Rezza.


"Harus selalu ada motivasi baru untuk menatap sebuah kompetisi, tim debutan misalnya yang pasti tak mau sekadar numpang lewat. Di IJL kita harus berani berkompetisi secara ketat tetapi juga sehat," tandas Rezza.



  • Tags