Demas Haryo Damarino: Ngeri-ngeri Sedap




IJL.Com- Gerak-gerik penyerang ASIOP, Demas Haryo Damarino di laga pekan kedua Indonesia Junior League U-11 sudah membuat banyak orang was-was. Dua gol sebagai bukti semuanya baik-baik saja.

Perlahan dan kian meyakinkan, ASIOP mulai menemukan performa terbaiknya. Memasuki laga pekan kedua IJL U-11 musim 2020, tim berjuluk "Mutiara dari Senayan" tersebut mampu meraup poin penuh usai menyudahi perlawanan Ragunan Soccer School (3-1) dan Putra Pakuan (1-0).

Di lini depan ASIOP, Demas Haryo Damarino kembali menunjukkan tajinya sebagai penyerang yang patut diperhitungkan. Dua gol disumbangkan ke gawang Ragunan Soccer School. Pada pekan sebelumnya, jala gawang Akademi Persib Bogor sudah terlebih dahulu ia robek.

Ada cerita menarik di balik brace yang ditorehkan Demas. Usut punya usut, sepak terjang pemain bernomor punggung 10 itu sudah membuat sang mama, Ulfa was-was.

Pasalnya, Demas belum lama ini baru saja menjalani proses khitanan. Tak pelak, sepanjang laga ia harus rela jadi "sorotan". 

"Karena habis khitan aku kira ga bisa main full-time, ehh ternyata ga diganti sama sekali. Pastinya senang bisa bikin dua gol, maunya sih hat-trick tapi pertandingan keburu kelar," ungkap Demas seraya tertawa lebar.

"Gara-gara habis khitan juga, mama di pinggir lapangan takut aku kena bola. Aku yang main bola, banyak yang ngeri malahan dari teman-teman setim sampai orangtua murid ASIOP. Padahal aku merasa baik-baik saja, ga ada rasa sakit sama sekali," tambah Demas terheran-heran.



Demas meyakini, khitan bukan jadi alasan untuk takut tebar pesona. Bagi dirinya, pantang untuk melewatkan serunya laga demi laga di kompetisi IJL barang satu menit pun.

"Aku menunda acara khitanan supaya tidak melewatkan laga pekan pertama IJL," jelas Demas.

"Akhirnya khitanan itu pas 9 September, selesai pekan pertama IJL. Minggu lalu sebenarnya ada laga ujicoba melawan Serpong City, tapi ga dapat izin untuk ikut dari mama. Nah pas IJL pekan kedua ini, aku rela hubungin dokter supaya dapat tambahan izin," ungkap Demas.

"Aku sampai sekarang ga ngerti, kenapa banyak yang takut lihat aku lari padahal khitanan itu biasa saja, ga ada sakit sama sekali," tambah fans berat Bayern Muenchen tersebut.



Bagi Demas, IJL memang sudah punya tempat khusus di relung hati. Seperti diketahui, musim 2018 lalu bersama ASIOP U-9, ia mampu mencicipi manisnya gelar juara.

Momen-momen tersebut diakui Demas memang masih sulit untuk dilupakan. Meski demikian, ia juga tidak mau terlalu larut jauh dalam kenangan.

"Aku membayangkan bisa membawa ASIOP meraih gelar juara lagi, apalagi kalau aku juga bisa menjadi pemain terbaik," ujar Demas yang pernah membintangi sinetron "Tendangan Garuda".



"Tapi kata mama, menang itu memang menyenangkan tapi yang utama adalah jangan pernah menyerah apalagi aku sekarang diberi kepercayaan sebagai kapten ASIOP. Terus berproses, seorang pemimpin harus kuat," tandas Demas.






  • Tags