Derby Tangsel, Serpong Jaya Butuh Kepala Dingin




IJL.Com- Derby Tangerang Selatan versus ASTAM jadi ujian sesungguhnya untuk pasukan Serpong Jaya. Awas banjir kartu.

Aroma derby mewarnai babak perempatfinal IJL U-13, Sabtu (20/7). Dua tim asal Tangerang Selatan, Serpong Jaya dan ASTAM akan saling memperebutkan tiket semifinal.

Pelatih Serpong Jaya, Tedi Supriyatna menyebut ASTAM memang lawan yang sudah ditunggu-tunggu oleh anak asuhnya. Pria berkacamata itu juga tak bisa memungkiri bumbu Derby Tangerang Selatan semakin membakar gairah pasukan Black Panther.

"ASTAM adalah lawan yang berat, mereka dibekali pemain merata di semua lini dan kami sering bertemu di beberapa turnamen. Paling tidak anak-anak punya sedikit gambaran. Label Derby Tangsel itu jadi motivasi kami untuk mengalahkan ASTAM," jelas Tedi.



"Yang perlu diwaspadai ada Daffa Daud dan Alfin Alfareza, mereka berdua ini pergerakannya sangat lincah. Akan jadi tugas yang cukup berat untuk dua bek andalan kami, Febriansyah dan Fadhil Fakhruddin," jelas Tedi lagi.





Selayaknya partai derby, Tedi sangat berharap anak-anak asuhnya bisa bermain dengan kepala dingin. Pelajaran berharga saat jumpa Maesa Cijantung dimana tiga pemain Serpong Jaya yakni Fatih Raga, Rifky Pohan dan Sheilo Praditia yang dihadiahi kartu kuning oleh wasit pastinya tak boleh terulang kembali.

Dari catatan wasit, tiga kartu kuning yang dikantongi Serpong Jaya saat jumpa Maesa sendiri hanya terjadi dalam tempo waktu kurang dari tujuh menit. Hal tersebut memang terjadi di saat tim lawan tengah gencar-gencarnya menyerbu pertahanan Serpong Jaya guna menyamakan kedudukan.



Jelas, akan jadi alamat berbahaya bagi Serpong Jaya jika sampai panik menahan gempuran tim sekelas ASTAM yang punya produktivitas 39 gol dari 14 laga. Belum lagi dengan kolektivitas tridente ASTAM yang dari pekan pertama hingga sekarang tidak pernah bosan merobek jala gawang lawan.

Satu lagi, pemain Serpong Jaya juga harus meminimalisir gestur melakukan protes berlebih ke wasit. Fokus mendengarkan instruksi pelatih akan terasa jauh lebih baik daripada membuang menghambur-hamburkan energi yang tidak perlu.

ASTAM sendiri dipastikan akan tampil tanpa salah satu pemain andalannya, Ridho Anggun Sekartaji yang terkena hukuman akumulasi dua kartu kuning di laga versus Laskar Pelangi Soccer. Meski demikian, hal tersebut diyakini tidak akan mengubah jangkau daya ledak tim asuhan Sopian Hadi.

"Ya, anak-anak harus lebih sabar lagi jangan terpancing emosi dan mudah terprovokasi karena akan bisa merusak permainan," tegas Tedi.





"Yang penting tetap semangat dan disiplin dalam area posisinya masing-masing. Jangan terlalu banyak kehilangan bola, sabar adalah kunci," pungkas Tedi.



Laga Derby Tangsel, juga bisa jadi kesempatan besar bomber Serpong Jaya, Randi Ilham menambah koleksi golnya guna meramaikan bursa perebutan mahkota top-skorer. Sejauh ini penyerang bertubuh jangkung itu sudah menyumbang sembilan gol, hanya berselisih dua dari sang cappocanieri, Reza Wahyu Hidayat dari ASTAM.





  • Tags