Ervan-Ervin, Si Kembar yang Suka Bikin "Pusing"




IJL.Com- Dodi Nugroho, pelatih Garuda Junior U-13 punya "nasib" yang hampir mirip dengan arsitek Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini. Gara-gara si kembar.

Kalau Fakhri sulit membedakan Bagas Kahfa dan Bagus Kahfi, Dodi pun mengalami nasib serupa. Di Garuda Junior, ia punya pemain kembar dalam diri Ervan Suardana dan Ervin Suardani.

Yang makin seru, Ervan dan Ervin sama-sama mengisi pos lini depan. Nomor punggung keduanya pun tidak berjauhan, 41 dan 42.

Tidak heran banyak cerita unik mengiringi perjalanan Dodi bersama si kembar. Baru-baru ini saja contohnya di pekan ketiga IJL Mayapada U-13, ia sempat salah menulis nomor punggung untuk kedua anak asuhnya itu saat mengisi daftar susunan pemain.

"Saya "menemukan" keduanya sewaktu melatih futsal di Poris, Tangerang, 2017 lalu," buka Dodi.



"Jangan salah loh, dulu saya sangat sulit membedakan keduanya. Sampai tiga bulan baru hafal mana Ervan, mana Ervin. Bukan dari nomor punggung tapi melihat gaya bermain dan sikap mereka di atas lapangan," tambah Dodi sambil tertawa lebar.

MUHAMMAD ERVAN SUARDANA

MUHAMMAD ERVIN SUARDANI

Meski bak pinang dibelah dua, Dodi mengaku sudah mengantongi catatan untuk membedakan Ervan-Ervin di luar lapangan. Walau begitu, lagi-lagi si kembar suka membuat sang pelatih mudah "tertipu" juga.

"Gampang itu sih cara membedakan mereka, yang berbicaranya sedikit keras dan sering diam itu Ervin (adik). Kalau yang suka ngoceh itu Ervan (kakak)," ungkap Dodi.



"Bisa dilihat juga dari posturnya, Ervin lebih tinggi. Tapi ya beberapa kali saya sering juga sih masih salah panggil nama, ha-ha-ha," tambah pelatih yang hobi mengenakan topi di pinggir lapangan itu.





Bicara chemistry sebagai pasangan juru gedor lini depan, Ervan-Ervin memang membuat Garuda Junior selalu tampil beda. Selayaknya anak kembar identik, ada semacam telepati antara keduanya yang tidak bisa dimiliki pemain lain.

Meracik ramuan untuk si kembar saat sudah berada di atas lapangan diakui Dodi adalah sebuah tantangan tersendiri bagi dirinya. Di dua laga awal IJL Mayapada U-13 terlihat jelas ada porsi khusus dalam bentuk taktikal untuk menampung kualitas Ervan-Ervin.

"Mereka sudah tahu kebiasaan masing-masing, jadi keduanya paham betul arah akan berlari jika saling memberikan umpan," ungkap sang juru taktik.





"Tantangan menangani pemain kembar seperti mereka pasti ada. Serunya kalau sedang bertanding, saya paling suka melihat tim lawan terkecoh membedakan Ervan dan Ervin," tambah Dodi tak bisa menahan tawa.





Diantara banyaknya pemain satu darah dalam jagat sepak bola dunia, Ervan-Ervin mengingatkan Dodi pada duo Inzaghi, Filippo dan Simone. Bukannya tanpa sebab, selain lahir tumbuh di generasi 90-an, Dodi faktanya adalah fans berat AC Milan

"Ervan-Ervin? Mereka seperti Inzaghi bersaudara bagi saya meski Filippo dan Simone bukan anak kembar," ucap Dodi.



"Kenapa duo Inzaghi? Saya fans berat AC Milan. Kalau sebut Filippo yang selalu terngiang golnya ke gawang Liverpool di final Liga Champions 2007," tutup Dodi.



Selain Ervan-Ervin, Garuda Junior juga punya pemain kembar di sektor lini belakang mereka yakni Achmadun Zaki Maulana Alim dan Muhammad Candra Maulana. Julukan keduanya pun terbilang sangat unik, Jackie Chan.





  • Tags