Faris Yusuf; Bukan Gertak Sambal

by admin on 1 week ago




IJL.Com- Mendengar nama Faris Yusuf, praktis saat ini akan membuat bulu kuduk barisan kiper di gelaran IJL U-11 merinding disko. Rontokkan jala gawang lawan, melesat tajam menduduki puncak capocanonieri.

Perebutan gelar sepatu emas, lambang supremasi raja gol di gelaran Indonesia Junior League tidak akan pernah luput dari sorotan. Pada level kompetisi U-11 misalnya, singgasana puncak capocanonieri yang sudah lama diduduki penggawa Giras Soccer School, Muhammad Ridwan akhirnya lengser juga.

Ridwan puasa gol di pekan kedelapan IJL U-11, Minggu (8/9). Terpaksa untuk sementara waktu tabungannya mentok di angka 13. Lalu siapa yang berani-beraninya melakukan aksi kudeta? tak lain tak bukan dia adalah Faris Yusuf Baihaqi, gelandang serang milik ASIOP.

Faris tampil menggila akhir pekan kemarin. Hattrick dibukukan ke gawang Stoni Indonesia. Kala bentrok dengan Pro Direct Academy, ia hadir jadi penyelamat guna menghindarkan ASIOP dari kekalahan. Ganjaran setimpal, puncak capocanonieri ditempati dengan rekening 16 gol.

Ini untuk kedua kalinya Faris menorehkan hattrick selama kiprahnya bersama ASIOP di gelaran IJL U-11. Sebelum Stoni, jala gawang Garec's sudah pernah dibuatnya porak poranda.

Moncernya penampilan Faris bisa dibilang selaras senada dengan akselerasi "mesin diesel" ASIOP. Ya, kini kiper mana yang tidak merinding jika mendengar nama Faris. 

Ancaman Faris lewat sepakan bola mati sudah banyak memakan korban. Jelas, bukan gertak sambal.

"Menurut saya dengan kualitas yang dimiliki Faris saat ini, pantas rasanya ia berada di daftar puncak top-skorer. Semakin hari tingkat kepercayaan dirinya semakin baik, dia seorang gelandang yang tajam dan mematikan," ujar pelatih ASIOP, Apridiawan.



"Tapi yang pasti ini berkat kerja keras rekan-rekan setimnya di lapangan, Faris tidak akan menjadi topskor tanpa kerja keras pemain ASIOP yang lain," sambung Apri.





Sepak terjang Faris mengingatkan tim komite pemain IJL dengan penggawa M'Private Soccer School U-11 di musim 2017 lalu yakni Faris Fadillah. Entah hanya kebetulan atau bukan, selain punya nama yang sama, keduanya juga punya kemiripan dari segi postur badan dan gaya bermain.



Faris Fadillah sendiri di musim 2017 lalu total menyumbangkan 19 gol untuk M'Private sekaligus membawa timnya meraih label peringkat ketiga terbaik di akhir kompetisi. Selain itu predikat pemain IJL Elite juga dikantonginya.

Bukan tidak mungkin Faris jilid dua akan hadir lagi di musim 2019 ini. Ya, sekali lagi ini bukan gertak sambal.



ASIOP sendiri sukses mengantongi satu tiket ke fase champions 16 Besar. Terhitung jikalau Mutiara dari Senayan melangkah sampai partai puncak, ada lima partai sisa yang bisa dimanfaatkan Faris untuk menambah pundi-pundi golnya.

"Saya selalu ingatkan ke Faris agar selalu rendah hati apapun hasilnya di atas lapangan. Jangan pernah merasa puas diri hingga terlena. Setiap briefing sebelum pertandingan dimulai yang pertama kali saya lakukan adalah memberikan semua anak-anak ASIOP selimut motivasi," tandas Apri.



  • Tags