Gerus Sparta dan Metro Kukusan, IJL Elite Makin Harmonis




IJL.Com- Barisan gelandang IJL Elite jadi sorotan utama pada laga uji coba kontra Sparta dan Metro Kukusan. Kian aduhai, begitu memanjakan mata penonton.

IJL Elite kembali berkumpul pada Sabtu (14/9) di Lapangan Nirwana Park Sawangan. Selain menggelar sesi latihan internal tim, anak asuh Mulyadi juga kedatangan duo Depok, Sparta dan Metro Kukusan dalam laga ujicoba dengan format trofeo.

Laga perdana kontra Sparta, IJL Elite unggul  dengan skor akhir 1-0 lewat gol Saubyhaky Putra. Memanfaatkan skema sepak pojok, Putnaldo dengan cerdiknya merobek jala gawang lawan.

Jalannya 30 menit pertandingan memang dikuasai sepenuhnya oleh Putnaldo dan kawan-kawan, pilihan Sparta untuk bermain tertutup jadi ajang uji visi anak-anak IJL Elite agar tak cepat jatuh frustrasi. Terhitung ada sekitar lima peluang emas didapat namun sayang dewi fortuna belum mau mendekat.

Di laga kedua, mesin IJL Elite sudah "terlanjur" panas. Giliran Metro Kukusan dibekap, Alfin Alfareza begitu trengginas lewat torehan hattrick ditambah satu gol Reza Wahyu Hidayat. Skor akhir 4-0 untuk keunggulan IJL Elite.

Fakta di atas lapangan, IJL Elite memang bisa dibilang masih terlalu tangguh untuk anak-anak Metro Kukusan. Bukannya tanpa alasan yang kuat jika melihat sang penjaga gawang, Bima Aidil kurang mendapat ancaman berarti.

Dibanding laga uji coba perdana kala bentrok dengan Cipta Cendikia, kali ini skuat lini tengah IJL Elite yang paling mendapat sorotan. Perlahan tapi pasti, karakteristik permainan IJL Elite semakin terbentuk.

Fava Sheva yang di pekan sebelumnya masih agak sedikit malu-malu kini tampil lebih cair. Dzaky Fawwaz tetap tidak berubah dengan sifatnya sebagai "destroyer", gelandang kelas pekerja. Begitu pula dengan Adam Restu Perdana.






Saubyhaky Putra pun tak kalah curi perhatian saat ia kerap menyelinap masuk sebagai ujung tombak menghantui benteng pertahanan lawan. Tezar Briantama nampaknya memang semakin pede untuk keluar dari "zona nyaman". Dan tidak boleh ketinggalan tentunya, visi permainan aduhai game-maker, Rafly Ikram Selang.

"Seperti yang saya bilang sebelumnya kalau pekan kemarin lini belakang yang digenjot sekarang sektor gelandang dapat jatah untuk saya geber. Nilai utamanya adalah pemain-pemain di sektor lini tengah ini semakin berani pegang bola," ujar Mulyadi.



"Ada sekitar 10 gelandang di tim ini dan saya akui mereka memang benar-benar pantas menembus IJL Elite, kualitasnya sepadan, sesuai dengan porsinya masing-masing. Tinggal tugas saya untuk terus cari warna-warni formulanya agar potensi anak-anak bisa makin dieksplor," sambung Mul seraya tersenyum lebar.





Meski demikian, Mul tak lantas mau begitu saja cepat puas melihat performa anak-anak asuhnya. Ia meyakini masih ada daya ledak skuat IJL Elite yang masih harus terus digali.

"Di atas lapangan, anak-anak harus lebih berisik dalam arti kata saling komunikasi, tiap lini jangan sampai putus sinyal," tegas Mul.





"Tapi setidaknya program jangka pendek yang telah saya susun progresnya terus menanjak sangat pesat, agak kaget juga. Pada intinya anak-anak IJL Elite harus menemukan dan menentukan karakter permainan seperti apa yang akan mereka bawa ke atas lapangan," pungkas Mul.







  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa