Hipnotis Duo Legendaris Persija, Bola Resmi IJL 2020 Siap Naik Panggung

by admin on 3 weeks ago





IJL.Com
- Indonesia Junior League (IJL) mulai memperkenalkan bola resmi yang akan digunakan dalam kompetisi musim 2020. Tampilan kian segar berkat sentuhan revolusioner.

IJL mulai ambil ancang-ancang seiring berjalannya persiapan menyambut kompetisi musim depan. Setelah merilis daftar kontestan yang akan berlaga di level U-9 dan U-11, kebutuhan "primer" di atas lapangan guna menentukan skenario jalannya pertandingan tentu tak bisa dilewatkan.

Ya, bola resmi IJL 2020 adalah kebutuhan primer yang dimaksud. Tepat satu hari sebelum memasuki pergantian tahun, si kulit bundar resmi diperkenalkan ke publik dalam sesi konferensi pers yang digelar di Brew Cyrus Cafee kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Selasa (31/12).

Dibanding para seniornya, bola IJL 2020 terlihat jauh lebih elegan. Sentuhan motif hijau dan biru tetap jadi identitas, namun yang paling membedakan adalah soal detail strategi pemilihan kekuatan warna.

"Desain bola dengan nama Rezlub 2020 hampir 90 persen berbeda dari apa yang dimiliki pendahulunya yaitu Rezlub Zabogar. Warna dasar putih ditambah dengan motif-motif warna biru dan hijau menambah desain kekinian," terang Chief Executive Officer (CEO) IJL, Rezza Mahaputra Lubis.


"Rezlub 2020 adalah bola paling ikonik selama kompetisi IJL bergulir. Desainnya memang kami ubah, coraknya dibumbui sentuhan modern dengan desain warna tiga dimensi untuk menyambut tantangan demi tantangan baru di kompetisi musim depan," sambung Rezza lagi.

Bukan IJL namanya kalau sembarang memilih bibit, bebet dan bobot si kulit bundar. Teknologi baru yang disematkan menurut Rezza terinspirasi dari kultur sepak bola usia dini Indonesia.

Sekilas, Rezlub 2020 bisa dibilang juga begitu mirip dengan bola Liga Inggris musim 2019/2020 karena hanya terbagi dari empat panel. Jahitan yang lebih sedikit praktis menghilangkan bintik-bintik keras dan diyakini mampu memudahkan para pemain saat melepaskan akselerasi dan akurasi guna membidik jala gawang lawan.

Menariknya lagi, bola ini sengaj diproduksi untuk memperingati tahun 2020 dengan teknologi 2.0 sekaligus menandai berakhirnya garis bola ornamen yang telah digunakan tiga musim sebelumnya. Ya, bukan IJL namanya kalau sepi terobosan baru.

"Rezlub 2020 mengalami peningkatan dari segi kejernihan visual tidak hanya untuk pemain tetapi juga penonton, pergerakan bola mudah diidentifikasi dari segi putaran juga kecepatan. Dari semua bidang begitu revolusioner," terang Rezza.

"IJL sering digambarkan sebagai kompetisi pembinaan paling dinamis dan kental sisi sportainment di Indonesia, karenanya kami ingin menciptakan bola yang mencerminkan fenomena tersebut,” Rezza menambahkan.

"Kami sengaja merancang bola yang menggambarkan karakter kompetisi dengan level persaingan tidak hanya ketat tetapi juga sehat. Ini juga terinspirasi pada kultur permainan SSB di Indonesia," tutur Rezza lagi seraya tersenyum.

Bola resmi IJL 2020 semakin berbeda berkat kehadiran sponsor Nanoxy Oxygenated Water. Perusahaan air minum beroksigen yang berpusat di Sragen (Jawa Tengah) itu sendiri sudah tiga musim berturut-turut ambil peranan mendukung bergulirnya roda kompetisi IJL.

Salah satunya saat Nanoxy menjadi sponsor utama IJL Elite di ajang Malaysia Borneo Football Cup U-14. Kesuksesan kala itu diraih Muhammad Tezar Briantama dan kawan-kawan yang tampil sebagai juara usai menyudahi perlawanan tim asal Filipina di partai final lewat gol emas semata wayang Bagas Prayoga Budiman.


Menarik untuk ditunggu tentunya rentetan daya magis yang bisa lahir dari bola resmi IJL 2020. Dahaga aksi-aksi ciamik tersalurkan, mata penonton pun berpotensi besar dimanjakan.

Jadi, berapa gol mampu terukir? Hanya barisan calon aktor rumput hijau Tanah Air yang mampu menjawabnya.

"Ada dua tipe Rezlub 2020 yaitu size 4 untuk level U-9 dan U-11 lalu size 5 untuk kategori U-13. Saya yakin akan lebih banyak gol-gol berkelas lahir," ujar Rezza.



Dipuji Duo Legendaris Persija

Rezlub 2020 juga sudah menjalani uji kelayakan. Tidak main-main, yang pertama kali mencicipinya adalah duo legendaris Persija Jakarta sekaligus eks pemain Timnas Indonesia, Washiyatul Akmal dan Warsidi Ardi.


Bagi Akmal yang notabene saat masih aktif sebagai pemain mengisisi pos bek sayap, Rezlub 2020 punya banyak keunggulan tersendiri. Tidak hanya gol, Akmal bahkan berani meramal akan ada banyak rentetan assist ciamik muncul ke permukaan.

"Alur pada bola memiliki kemampuan daya lambung yang lebih konsisten. Saya meyakini bola ini akan memberikan daya cengkram yang lebih baik pada permukaan lapangan serta dalam kondisi cuaca apa pun," ujar Akmal.

"Keras nan presisi, bola yang datang meluncur lebih akurat. Saya harap banyak pengalaman baru dipetik anak-anak dari teknologi yang dihadirkan Rezlub 2020," tambah Akmal.

Setali tiga uang, Warsidi pun tidak mau kalah dengan Akmal saat menggambarkan betapa dahsyatnya Rezlub 2020. Bukan tidak mungkin menurutnya akan banyak lahir gol-gol spektakuler hasil dari proses duel bola udara.

"Rezlub 2020 terasa sangat hiper-teknis. Warna biru dan hijau muda yang mencolok memudahkan terlihat oleh pemain dan juga wasit. Setelah saya merasakannya bola ini terasa bisa melayang di udara dengan konsisten," ujar Warsidi yang bersama Akmal mampu membawa Persija meraih gelar juara Liga Indonesia 2001.

"Saya beruntung bisa tahu bola ini lebih dulu dan langsung mencobanya. Saya suka semuanya, desain baru, warnanya, terasa elite dan dinamis," tandas bek jebolan Timnas Indonesia U-19 era Bernard Schumm tersebut.


  • Tags