IJL All Stars U-13 Grup Sensation; Wajah Bhinneka Tunggal Ika

by admin on 4 days ago




IJL.Com- Konsep Bhinneka Tunggal Ika (walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua) terbilang sangat kental tergambar dalam wajah barisan 22 pemain IJL All Stars U-13 Grup Sensation. Merayakan kebesaran Tanah Air di atas rumput hijau.



Kiper:

Dua kiper berperawakan tinggi besar mengisi pos mistar gawang Grup Sensation, dia adalah Bintang Komarudin (ASIOP) dan Casillas Yasin (Cipta Cendikia FA). Bintang memang tampil fenomenal bersama ASIOP, tercatat hanya satu kali ia memungut bola dari gawangnya sepanjang 14 laga, sementara Casillas, kiper jebolan IJL Elite 2017 tampil kian dewasa, sangat proaktif mengatur lini belakang skuat Cipta Cendikia FA.

Mentalitas bertanding kelas mumpuni diyakini jadi senjata tempur Bintang dan Cassilas menahan gempuran tim lawan pada laga All Stars. Bintang, anak Betawi asli Kemayoran siap saling bahu membahu dengan Casillas, portiere berdarah Sulawesi Utara yang memang punya darah keturunan kiper dari sang ayah eks penjaga gawang Persikota Tangerang dan PSM Makassar, Rolly Yasin.






Bek:

Poros Muhammad Tezar Briantama (ASIOP), Muthi Dzulkarnaen (Cipta Cendikia FA) dan Muhammad Radith (ASTAM) adalah sebuah jaminan mutu, bek dengan karakteristik elegan, matang dan bersih. Bek paket komplet yang punya "kepala dingin". Belum cukup Tezar, Muthi dan Radith? Pemain serba bisa dalam diri Adam Restu Perdana, el capitano Salfas Soccer dengan nafas kuda siap menghentak rumput hijau. Adam memang menarik karena fasih bermain sebagai gelandang bertahan bahkan libero.







Disamping itu ada pula Fauzul Iman, bek asal KMJR Cilegon yang tak pandang bulu, berapi-api melepaskan tackle pemutus rantai serangan lawan. Fairuz Rafiq (Stoni Indonesia) dan Izzat Zufry (Java Soccer Academy) punya tipe sama, tak kenal lelah sampai peluit akhir. 







Satu nama lagi tidak bisa dipinggirkan adalah Mukthi Arya Muslim, bek sayap milik ASIOP dengan gaya stylish. Mukthi adalah sebuah mutiara emas dari Raha, Sulawesi Tenggara. Ini awal alasan kuat pemain IJL All Stars U-13 Grup Sensation begitu layak dilabeli wajah-wajah Bhinneka Tunggal Ika.




Gelandang:

Apa jadinya kalau game-maker dengan visi elegan sekelas Muhammad Rafly Ikram Selang (Cipta Cendikia FA) disokong gelandang bertenaga banteng seperti Dzaky Muhammad Fawwaz (ASTAM). Rafly, pemain asal Ternate, Maluku Utara adalah simbol besarnya potensi tersembunyi sepak bola Indonesia yang tidak ada habisnya. Sementara Dzaky, simbol anak metropolitan yang penuh semangat berapi-api, petarung sejati dengan balutan mental baja.





Pos gelandang Grup Sensation semakin bertambah mewah saat menyebut nama pemain nyentrik asal Maesa Cijantung, Saubyhaky Putra, daya magis Putnaldo diramal akan membuat aroma rumput hijau kian segar wanginya. Gelandang jangkar Brazilian Soccer School, Arjuna Satrio pun tak bisa dianggap remeh dengan kemahirannya menopang tiap jengkal lapangan.





Begitu pula dengan pemain bertipikal nomor punggung 10 milik CISS yakni Muhammad Arief Firmansyah, handal dengan tugas playmaker namun juga tak segan berburu gol. Terakhir, ada si kancil dari BMIFA dengan label winger jebolan IJL Elite 2017, Muhammad Daffa Prananda yang punya potensi jadi pembeda tiap menitnya.






Penyerang:

Di lini depan, duo ASTAM yakni Reza Wahyu Hidayat dan Alfin Alfareza dijamin akan membuat jantung pertahanan tim lawan berdegup lebih kencang. Duet yang produktif, kolaborasi keduanya sudah menyumbang 20 gol untuk ASTAM. Jangan lupakan pula nama Odilo Pinutusta, juru gedor andalan ASIOP, penyerang yang bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun, tipe predator ulung di dalam kotak penalti, kejelian Pinu lolos dari jebakan offside patut diperhitungkan.







Lini depan Grup Sensation tambah ramai saat menyebut penyerang enerjik dari All Star Galapuri, Cello Sasikirana. Kapasitas Cello menebar ancaman lewat bola mati sudah berulangkali berbuah manis dan cukup membuat kiper lawan pontang-panting.



Tidak ketinggalan pula striker FU15FA Bina Sentra, Muhammad Rija, yang punya karakteristik permainan dengan power speed di atas rata-rata, satu lagi Rija termasuk penyerang dengan fighting spirit tinggi, ogah neko-neko. Menyelinap masuk perwakilan dari B24HABS, Candra Adi yang cukup gesit dan punya naluri gol cukup mumpuni.






Pelatih:

Yance Putra adalah tipe pelatih yang kalem, begitu disiplin menjaga kondisi internal tim sebelum dan sesudah pertandingan. Sifatnya yang kebapakan membuat dirinya begitu hangat untuk anak-anak asuhnya di Cipta Cendikia, buktinya ia mampu meredam Raja Aybeun dan Rafly Ikram Selang yang pada awal kompetisi punya tingkat emosional tinggi.

Bicara taktik, Yance selalu hadir dengan inovasi baru tiap pekannya, tidak terpaku dengan satu formula, alhasil gaya permainan Cipta Cendikia ia buat selalu sedap dipandang mata. Meracik Grup Sensation dengan "wajah" pemain yang amat berbeda-beda, Yance diyakini punya banyak cara membuat tim asuhannya tidak hanya bermain ciamik nan apik tapi juga cerdas dan menghibur





Komposisi Grup Sensation:


Kiper: Bintang Komarudin (ASIOP), Casillas Yasin (Cipta Cendikia FA)

Bek: M Tezar (ASIOP), Muthi Dzulkarnaen (Cipta Cendikia FA), Izzat Zufry (Java), Fauzul Iman (KMJR Cilegon), Adam Restu Perdana (Salfas Soccer), Mukthi Arya Muslim (ASIOP), Fairuz Rafiq (Stoni Indonesia), M Radith (ASTAM)

Gelandang: Dzaky Fawwaz (ASTAM), M Rafly Ikram Selang (Cipta Cendikia FA), Arjuna Satrio (Brazilian Soccer School), M Arief Firmansyah (CISS), Daffa Prananda (BMIFA), Saubyhaky Putra (Maesa Cijantung)

Penyerang: Odilo Pinutusta (ASIOP), M Rija (FU15FA Bina Sentra), Reza Wahyu Hidayat (ASTAM), Candra Adi (B24HABS), Cello Sasikirana (All Star Galapuri), Alfin Alfareza (ASTAM)

Pelatih: Yance Putra (Cipta Cendikia FA)


Jersey





  • Tags