Indonesia Muda Utara Cium Aroma Poin Tiga

by admin on 5 months ago




IJL.Com- Indonesia Muda Utara (IMUT) sudah tak sabar meladeni Pelita Jaya Soccer School. Cium aroma poin tiga, tinggalkan jurang klasemen.

Persiapan IMUT guna turun gelanggang di pekan ke-19 IJL U-13 Grup Phenomenon Sabtu (9/3) kembali diterpa badai besar. Cuaca kurang bersahabat jadi musuh tim yang bermarkas di Koja, Jakarta Utara tersebut.

Hanya sanggup mengelus dada, itu yang bisa dilakukan sang pelatih, Mario Agustinus Lalumedja. Alhasil persiapan timnya praktis menjadi terganggu.

"Problemnya hampir sama seperti pekan lalu. Selain masalah izin sekolah, akhir-akhir ini di Jakarta Utara sering turun hujan jadi lapangan Stadion Tugu tidak dapat dipakai karena banjir dan becek," ungkap Mario.



"Praktis, pola permainan dan strategi untuk anak-anak jadi terganggu. Sesi latihan terakhir kami hanya menjaga kebugaran saja dari pinggir lapangan," tambah Mario seraya menghela nafas.



IMUT sendiri saat ini ada di peringkat ke-14 tabel klasemen dengan koleksi sembilan poin dari sembilan laga. Laga sebelumnya, Ahmad Bayhaqi dan kawan-kawan dibekap Garuda Junior dengan skor 1-3.

Meski demikian, terjerembab di dasar klasemen Grup Phenomenon tidak membuat anak-anak IMUT kehilangan gairah. Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai.

"Saya sudah berusaha maksimal untuk membangun kerja sama tim ini, terlebih urusan taktik dan strategi," ujar Mario.

"Kebanyakan gol-gol yang terjadi akibat kesalahan pemain saya sendiri. Fakta di atas lapangan, sebenarnya tim lawan sangat kesulitan membongkar pertahanan IMUT," sambung pelatih yang mengidolakan eks entrenador Timnas Indonesia, Luis Milla tersebut.



Enggan terlalu naif, anak-anak IMUT sudah siap membongkar kebiasaan lama. Semangat itu yang mereka bawa jelang laga versus Pelita Jaya Soccer School, Sabtu (9/3). Ya, Mario menegaskan anak-anak asuhnya sudah bosan menjadi juru kunci. 

"Ini yang akan kami manfaatkan sebaik-baiknya. Saya menjanjikan IMUT akan tampil lebih menyerang dan terbuka guna memburu gol. Mudah-mudahan kekuatan kami lengkap semua Sabtu nanti," tegas Mario.




"Yang jelas, kami tidak ingin terus-terusan menjadi juru kunci," tambah Mario.



Pelita Jaya memang punya nasib hampir serupa dengan IMUT. Dari sembilan laga, tim yang bermarkas di Sawangan itu juga belum sama sekali mencicipi aroma poin tiga. Saat ini, Ravi Putera dan kawan-kawan bertengger di rangking ke-12.

Karakteristik kedua tim pun terbilang mirip, sama-sama kuat di sektor lini belakang. Namun sekali lagi, IMUT tak segan mengirim "sinyal" untuk calon lawannya tersebut.

"Kekuatan mereka tidak lebih hampir sama dengan kami. Untuk itu anak-anak IMUT harus lebih fokus serta tidak mengulangi kesalahan-kesalahan terdahulu. Di atas lapangan nanti, siapa yg dapat memanfaatkan peluang dengan baik akan pulang dengan senyuman," tutup Mario.






  • Tags