Jatsia Rabbani; Gara-gara Bambang Pamungkas

by admin on 6 months ago




IJL.Com- Tergila-gila dengan Bambang Pamungkas, nomor punggung 20 rela dipanggul Jatsia Rabbani. Jersey jadul Villa 2000 yang penuh kenangan.

Villa 2000 sudah mendarah-daging dalam tubuh Jatsia Rabbani. Sejak usia enam tahun ia sudah belajar mengolah si kulit bundar bersama tim yang bermarkas di Pamulang, Tangerang Selatan tersebut.

Tidak perlu banyak alasan khusus saat Jatsia melabuhkan hatinya bersama Villa 2000. Waktu terus berjalan, ia memang sudah seperti berada di rumah sendiri.

"Sejak dari usia lima tahun sebenarnya menunggu untuk bisa bergabung di Villa 2000. Cita-cita saya ingin menjadi pesepak bola profesional," ujar Jatsia.



"Villa 2000 punya program sepak bola usia dini yang sangat bagus, prospek ke depannya juga jelas," sambung bocah berusia 12 tahun itu.



Bersama Villa 2000 pula Jatsia menemukan pemain idolanya, Bambang Pamungkas. Bertatap muka langsung dengan penyerang Persija Jakarta itu sempat membuat bulu kuduk Jatsia merinding.

Terekam dengan jelas memori Jatsia saat bertemu Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas. Tidak heran nomor punggung yang identik dengan sang idola kini ia panggul.

"Awalnya nomor punggung saya itu 12 bukan 20, sampai kemudian ngefans berat sama Bambang Pamungkas," jelas Jatsia.

"Kebetulan dulu kan Persija juga sering latihan di markas Villa 2000. Jadi saya termotivasi untuk bisa seperti Bepe, striker yang sangat bagus mulai dari insting sampai membuka peluang untuk rekan-rekan setimnya," ungkap Jatsia.



Foto bersama sudah jadi hal wajib yang dijalani Jatsia setiap bertemu Bepe. Lebih daripada itu, ada koleksi tanda tangan legenda hidup Timnas Indonesia tersebut yang ia simpan rapat-rapat, penuh kenangan.

"Kalau koleksi foto bersama Bepe sudah banyak. Ya paling saya ingat waktu minta tanda tangannya di jersey Villa 2000," ujar Jatsia.



"Sampai sekarang jersey itu saya simpan, ga pernah dipakai buat bertanding lagi. Kebetulan itu jersey Villa 2000 yang lama, sekarang desainnya kan baru. Tapi itu yang paling bikin berkesan ada tanda tangan Bepe," ungkap Jatsia.



Jatsia memang paham betul proses untuk mengikuti jejak Bambang Pamungkas butuh perjuangan panjang. Bahu-membahu bersama rekan-rekannya di Black Orange, julukan Villa 2000 lewat kompetisi IJL Mayapada U-13 jadi salah satu caranya.

Villa 2000 sendiri masih tergopoh-gopoh di kompetisi IJL Mayapada U-13. Dari tujuh laga, tim berjuluk Black Orange itu baru mencatatkan satu kemenangan, sisanya enam kalah dan satu imbang.

Meski demikian, peluang Villa 2000 menuju zona delapan besar demi kantongi tiket ke fase knock-out belum pupus. Jatsia Rabbani bisa jadi simbol perjuangan Black Orange.

Satria Muda FA akan jadi lawan selanjutnya untuk Villa 2000 akhir pekan nanti. Jelas, tak ada kata menyerah dalam kamus Jatsia.

"Saya dan tim terus melakukan latihan dengan rajin dan melakukan serangkaian uji coba. Sangat bersemangat tembus zona delapan besar, menurut saya tidak ada kata menyerah dan tidak ada yang tak mungkin untuk Villa 2000 lolos ke fase knock-out," jelas siswa SMP 22 Muhammadiyah, Pamulang tersebut.




  • Tags