Javier Roca: Young Warrior Tak Punya Pemain Bintang




IJL.Com- Kesuksesan anak-anak asuhnya menorehkan catatan clean sheet tidak membuat pelatih Young Warrior FA, Javier Roca lupa daratan. Fokus sampai garis finis.

Laju cepat Young Warrior masih berjalan mulus. Pada pekan keempat IJL U-11, tim besutan Javier Roca tersebut mampu mendulang poin penuh usai menyudahi perlawanan D'Joe FC dan FIFA Farmel.

Satu rekor yang patut membuat Young Warrior bangga yakni torehan clean-sheet sembilan laga beruntun. Satu-satunya tim yang belum pernah memungut bola dari gawangnya sendiri dari 33 kontestan IJL U-11 lainnya.

Meski demikian, Javier Roca tidak mau anak asuhnya besar kepala. Tetap berpijak menginjak bumi, begitu pesan yang diutarakan eks pemain Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya tersebut.

"Sebenarnya kami tidak ada tujuan ke arah situ (menjaga rekor), sebagai pelatih saya cuma anak anak-anak bisa bermain sepak bola dengan disiplin dan kompak," tegas Roca.



"Kita bisa lihat sama-sama, Young Warrior itu tidak punya pemain bintang. Kalau dibilang pertahanan kami punya tembok kuat, itu juga kontribusi penyerang di lini depan yang ikut rajin memberikan pressing. Inilah bagusnya jika bermain sebagai satu-kesatuan tim," ujar Roca lagi.





Roca memang terus menegaskan, kolektivitas permainan tim adalah kunci skuat asuhannya mampu berdiri tegak di pucuk klasemen Grup Sensation. Harus diakui memang Young Warrior paling rajin menerapkan sistem rotasi, buktinya di pekan keempat kemarin bermunculan nama-nama baru yang mampu mengubah papan skor seperti Diego Andres Sinathrya, Abdu Syaqif dan Fathir Alfath.

Disamping itu Roca juga bukan tipe pelatih yang bisa dengan mudah memberi "kunci" starting line-up untuk anak asuhnya. Persaingan ketat dalam satu internal tim begitu disiplin ia terapkan.

"Anak-anak mulai saya beri pengertian kalau IJL ini sistemnya liga sebuah kompetisi panjang jadi tidak cukup latihan untuk memperkuat tim tapi juga harus sudah mulai bisa mempelajari permainan lawan," ujar Roca.



"Jika menyinggung starting line-up misalnya, kami sudah mulai terbiasa menyiapkan kondisi satu Minggu sebelum pertandingan dimulai, jadi personaliti anak juga harus dibangun utamanya poin-poin yang dipenuhi mulai dari absensi latihan, nilai pelajaran sekolah sampai kondisi berat badan juga, treknya harus sudah benar," tutur Roca. 



Perjalanan Young Warrior untuk mencapai garis finis memang terbilang masih sangat panjang. Di babak penyisihan grup misalnya mereka belum pernah bertemu dengan dua tim langganan papan atas IJL dari musim ke musim yakni Putra Sejati dan Salfas Soccer.

Jelas, pesan yang diutarakan Roca bisa jadi pegangan anak-anak Young Warrior fokus menatap ke depan. Ya, rekor hanya sekadar pemanis semata.

"Perjalanan masih panjang, saya lihat juga sebenarnya kekuatan tim semua merata. Tapi Young Warrior sekali lagi punya keuntungan yaitu tidak punya pemain bintang, kekuatan kami adalah kolektivitas skuat ," tegas Roca.




  • Tags