Komplit dari Belakang Hingga Depan, Skill Teknik dan Mentalitas Kian Bicara


IJL.Com- Dari belakang hingga ke depan, formasi pemain terbaik pekan ketiga IJL Mayapada 2018 (U-11) bisa dibilang sangat superior. Naluri gol menawan hingga skill teknik tinggi seorang pemain bertahan semakin jadi pemanis. Mentalitas tiap individu juga lebih berbicara.





Kiper:


Joshua Nathaniel (ASIOP Apacinti):

Posturnya yang jangkung memudahkan dirinya untuk mematahkan serangan tim lawan lewat bola-bola udara. Penempatan posisinya cukup bagus dibantu dengan jangkauan tangan sangat luas membuat gawang ASIOP seperti punya sosok superhero Spiderman di bawah mistar gawang. Puncak penampilannya saat melawan ASTAM, barisan penyerang tim lawan dibuat frustrasi sampai sepakan penalti ASTAM mentah begitu saja.







Bek:



M Zaidan Zamzami (Maesa)

Bek modern yang dimiliki oleh Maesa Cijantung, on fire di pekan ketiga kemarin. Tangguh di belakang, agresif sangat menyerang tak heran nomor punggung 10 disematkan kepadanya. Cetak hat-trick ke gawang Villa 2000 dan dua gol saat jumpa Pro: Direct Academy, Zami layak dapat bintang sebagai bek fenomenal.





Ilham Romadhona (CISS)

Pernah berlaga di IJL 2017 lalu membuat pengalaman Ilham kian matang sebagai seorang limited defender. Orang pertama yang menyapu lawan dan bola dari daerah pertahanan CISS. Datang di saat yang tepat saat timnya sedang dalam kesulitan, dua golnya ke gawang Abstrax FA jadi bukti. Layaknya seorang Gerard Pique di Barcelona.





Raynanda Syauqi (Villa 2000)

Bek berbadan besar dan tegap, sulit untuk melewatinya saat duel satu lawan satu. Tidak kenal kompromi dan punya body charge cukup menawan. Keunggulan yang ia tunjukkan di pekan ketiga kemarin adalah keahliannya dalam memaksimalkan kaki kiri. Hasilnya dua gol Villa 2000 ke gawang Salfas Soccer adalah bukti kehebatannya. Layak jadi gol terbaik.







Tengah:



Nabil Mafaiz (Maisa Bekasi)

Si kidal yang kian elegan di atas lapangan, pekan ketiga kemarin saat Maisa Bekasi jumpa BMIFA jadi buktinya. Ketika bola sudah ada di kaki kirinya sulit bagi barisan pemain tim lawan merebutnya, ibarat ada magnet di kaki kiri Faiz. Dua golnya ke gawang BMIFA jadi bukti sahih kemenangan Maisa Bekasi atas BMIFA.





M Habsy (Putra Sejati)

Pernah berlaga di IJL 2017 jadi pengalaman sangat berharga untuk Habsy, kian hari penampilan semakin dewasa baik secara karakter ataupun skill teknik. Pekan ketiga kemarin, ia membuktikan dirinya sebagai seorang raja assist, kali ini ia menjadi pelayan sehari untuk rekannya, Zidane Alzizou Lubis. Habsy jadi penyelamat Putra Sejati saat memaksakan kedudukan imbang kala jumpa Sparta.




M Fathir (Serpong Jaya)

Pemain paling lengkap di kompetisi IJL Mayapada 2018 sejauh ini. Punya tendangan aduhai, skill teknik kelas tinggi dan visioner mengatur alur serangan. Saat Serpong Jaya punya keuntungan dalam skema free kick, sulit bagi kiper lawan mengantisipasi arah bola tendangan Fathir. Ia bisa melakukan apapun yang dimau, langsung mengoyak jala gawang lawan atau memberi assist ke rekannya.





Akmal Rusdiansyah (SS Gagak Rimang)

Pemain dengan gaya paling stylish jika sudah bicara soal skill individu. Punya nomor punggung 9 namun itu hanya sekadar "false nine", Akmal bisa bergerak secara liar di setiap sudut jengkal lapangan. Dua golnya ke gawang IRS jadi bukti tidak cukup satu pemain untuk mengawalnya. Berhadapan dengan Akmal harus punya konsentrasi 101 persen penuh.






Penyerang:



M Rafael Gitsa (ASTAM)

Pekan ketiga IJL Mayapada 2018, Rafael membuktikan nomor 10 layak disematkan untuk dirinya. Berhadapan dengan M'Private Soccer School dan ASIOP, ia tidak hanya berperan sebagai seorang juru gedor tapi juga seorang trequartista. Sempat gagal mengeksekusi penalti di laga kontra ASIOP, namun mentalitas pemain nomor 10 membuktikannya di menit akhir. Rafael seperti Francesco Totti untuk ASTAM.






Salman Daan Wijaya (Serpong Jaya)

Semakin layak rasanya label Super Salman melekat untuk dirinya. Tipe seorang bomber sejati. Tidak banyak menjemput bola namun bak seorang predator ulung di dalam kotak penalti. Dua gol di pekan ketiga kemarin semakin jelas terlihat Salman punya naluri gol sangat tajam. 80 persen eksekusinya berhasil dengan manis, golnya ke gawang BMIFA adalah bukti kaki dan kepala Salman sama bahayanya. 





Abrar Azalia (ASIOP)

Pemain yang paling lincah dan sangat licin di pekan ketiga lalu, tipe penyerang yang tak malas untuk menjemput bola pun dibekali fighting spirit tinggi. Kemampuan melepaskan diri dari kawalan ketat pemain lawan, Abrar adalah juaranya. Empat gol ke gawang Abstrax FA dan satu saat jumpa ASTAM, bisa jadi bukti Abrar adalah finisher sejati.






Pelatih:



Robin Meilast (ASTAM)

Pelatih muda yang punya jam terbang sangat tinggi. Lima gol ASTAM ke gawang M'Private Soccer School adalah hasil skema latihan rutin racikannya. Pembawaannya kini lebih kalem dan menular ke anak-anaknya saat jumpa ASIOP Apacinti, sabar hingga gol penyama kedudukan terjadi. Sadar tidak punya penyerang bernaluri bomber, Robin mampu memanfaatkan sisi sayap ASTAM untuk memborbardir pertahanan lawan.





Cadangan:



Kiper:    Ade Julianto (Sparta)





Bek:       Rifal (Sparta)


                         Bagas M Arfa (ASIOP Apacinti)

    

                        




TengahRakha Lubis (SS Gagak Rimang)



               Fabian Yafa (Pro:Direct Academy)



               Fernanda Dwi Sutrisna (ASTAM)



               Afwan Fadillah (Pelita Jaya)



              Zidane Alzizou Lubis (Putra Sejati)


        

         


PenyerangLui George (Pro:Direct Academy)



                  M Huzaifah (Maesa Cijantung)


           

                 Jonathan Arvin Wibowo (Serpong City Soccer School)

      


  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa