M Farras Agnia: Witing Tresno Jalaran Soko Kulino




IJL.Com- Mengawal kesucian garda terakhir M'Private Soccer School U-13, M Farras Agnia tak pernah merasa hanya jadi bayang-bayang sang senior, Bima Aidil. Ada agenda utama, ya tentu curi ilmu.

M Farras Agnia Fikri Pribadi Putra nampaknya sudah mantap melabuhkan hati menjadi seorang penjaga gawang. Bergabung bersama M'Private Soccer School sejak 2017, usut punya usut ternyata pos gelandang lebih dahulu ia tekuni.

Gegara "kepepet", Kiki (begitu Farras akrab disapa) menemukan jodohnya sendiri. Meminjam pepatah Jawa yang berbunyi 'Witing Tresno Jalaran Soko Kulino'.

"Waktu itu M'Private ikut event festival yang diharuskan untuk memiliki dua kiper dan saya ditunjuk oleh coach Mulyadi untuk bermain di posisi penjaga gawang," ungkap Kiki.

"Lama-lama saya jadi merasa cocok sebagai kiper. Kebetulan juga sangat mengidolakan penjaga gawang Bayern Muenchen, Manuel Neuer," tambah Kiki.



Menambal kekosongan di tubuh M'Private sudah jadi spesialisasi Kiki. Tercatat di kancah IJL U-13 musim ini, ia sempat kembali merumput sebagai gelandang saat laga kontra GRT.

"Iya pas lawan GRT coba jadi gelandang lagi karena kami sedang kekurangan pemain. Tapi memang kalau mau jujur, lebih nyaman jadi kiper sih," terang Kiki seraya tersenyum lepas.



Kiki sendiri terjun di kompetisi IJL sejak 2017 saat berseragam M'Private U-11. Terhitung sampai saat ini sudah tiga musim ia menggelutinya.

Selayang pandang, Kiki yang dulu dikenal dengan wajah chubby nan menggemaskan. Sekarang? Berbalik drastis, gahar!

"Ha-ha-ha, iya saya beberapa tahun terakhir ini benar-benar menjaga pola makan dan olahraga teratur. Berat badan yang sekarang membuat saya menjadi jauh lebih nyaman," ujar Kiki.





Namun Kiki sadar, berdiri di bawah mistar gawang M'Private jauh dari anggapan "zona nyaman". Seperti diketahui ia kudu siap bersaing dengan rekan setim sekaligus seniornya, Bima Aidil.

Reputasi Bima di kancah IJL begitu harum wanginya. Tercatat dua kali ia diberi anugerah kiper terbaik di level U-11 (2017) dan U-13 (2019). 

Namun Kiki jelas bukan "ban serep". Ia sendiri tidak pernah merasa hanya jadi bayang-bayang Bima yang di IJL U-13 musim 2020/2021 ini diberi label 'joker'.

Sistem rotasi ala coach Mulyadi yang bertangan dingin diyakini akan menempa mental baja serta potensi tersembunyi Kiki. Tengok saja performa heroiknya saat M'Private jumpa Pelita Jaya Soccer School di laga pekan pertama IJL U-13. 

"Tentunya senang bisa bersaing langsung dengan Bima di skuat M'Private. Pastinya ada motivasi tersendiri, salah satunya ingin mengikuti jejak Bima memperkuat IJL Elite," ujar Kiki.



"Dan tentunya satu lagi, saya selalu siap mencuri ilmu Bima," tegas Kiki sambil mengumbar senyum lebar.






  • Tags