Maftuh Rhizki: Gigih Menebar Jangkar




IJL.Com- Babak Champions 16 Besar Indonesia Junior League U-11 jadi panggung penggawa Putra Sejati Inssa, Maftuh Rhizki untuk tebar pesona. Ingin seperti Bastian Schweinsteiger saat sedang menebar jangkar.

Putra Sejati Inssa tampil on-fire saat berlaga di babak Champions 16 Besar IJL U-11, Minggu (20/6). Satu imbang dan dua menang berhasil diklaim. Total ada 10 poin dikantongi, label juara grup B disegel sebagai modal ke fase perempatfinal.

Vashya Dianmar kembali menunjukkan tajinya sebagai pencetak gol ulung. Pemain dengan gaya stylish tersebut berhasil menyarangkan bola empat kali ke gawang lawan hingga membuat garda terakhir Putera Utama Tambun dan Maesa Cijantung porak poranda.

Namun faktor kunci kedigdayaan Putra Sejati Inssa tak hanya sebatas kontribusi Vashya seorang. Membedah sektor lini tengah, muncul Maftuh Rhizki ke permukaan.

Berperan sebagai gelandang jangkar, etos kerja Maftuh saat menjaga keseimbangan Putra Sejati Inssa patut mendapat acungan dua jempol. Begitu adaptif saat sedang bertahan ataupun menyerang, postur tubuh yang terbilang 'bongsor' tidak membuat dirinya cepat kehabisan nafas.

Performa gres Maftuh otomatis memaksa barisan pemain lawan kesulitan mengembangkan kreasi permainan. Berani memainkan sentuhan satu dua semakin memperlengkap lakon mahal pemilik nomor punggung 37 tersebut.

"Kebetulan saya bisa bermain di dua posisi antara bek atau gelandang. Tapi kalau boleh memilih, lebih suka bermain di lapangan tengah," tutur Maftuh.



"Rasanya lebih enak saja bisa ikut menjaga aliran bola," seru Maftuh yang juga mengaku tidak mau ambil pusing soal nomor punggung.



Seperti pemain seusianya, Maftuh tentu punya sosok idola sekaligus panutan. Untuk yang satu ini, ia rela terbang jauh ke Jerman.

"Saya mengidolakan Bastian Schweinsteiger. Dia sangat tenang mengendalikan permainan, berani pegang bola," tegas Maftuh.



"Saya suka dia sejak masih membela Bayern Muenchen. Makanya pas Piala Eropa sekarang saya jagoin Jerman walaupun Schweinsteiger sudah pensiun," tambah Maftuh.



Di masa jayanya, Schweinsteiger memang dikenal sebagai gelandang jangkar yang bisa menjadi kartu truf guna mengubah alur permainan. Duetnya bersama Javi Martinez sebagai 'double pivot' pada 2014 membuahkan gelar juara Liga Champions untuk Bayern Muenchen.

Menyinggung pesta gol yang dilukiskan Putra Sejati Inssa saat jumpa Putera Utama Tambun (6-1) dan Maesa Cijantung (6-0), Maftuh sendiri mengaku tidak kaget. Menurutnya, aroma panas babak Champions sudah membuat adrenalinnya mendidih.

"Kami memang sempat menurun di pekan-pekan terakhir babak penyisihan grup. Tapi hari ini, saya dan teman-teman sadar ada namanya babak Champions, jadi mau tampil beda. Pesta gol? Saya tidak kaget," tandas Maftuh seraya tersenyum ramah.



  • Tags