Makati FC Ngebet "Tanding Ulang" dengan IJL Elite

by admin on 2 weeks ago


IJL.Com- Ambisi Makati Football Club mengawinkan gelar juara di kancah Malaysia Borneo Football Cup pupus di tangan IJL Elite. Masih dihantui rasa penasaran, siap satroni Indonesia demi "tanding ulang".

Makati FC ternyata memang mematok target tinggi saat berlaga di kancah Malaysia Borneo Football Cup musim 2019. Tidak main-main, kesebelasan asal Filipina itu langsung menurunkan tim di tiga kategori yakni U-13, U-14 dan U-15.

Di level U-15, Makati sukses menggondol trofi gelar juara usai menyudahi perlawanan Indonesia Muda di final dengan skor tipis 1-0. Gol Josh Meirino dari titik penalti jadi kunci kemenangan tim dengan jersey kebesaran putih-biru tersebut.

Keesokan hari tepatnya pada Sabtu (5/10) di tempat yang sama yakni Stadion Likas giliran Makati FC U-14 yang melaju ke babak final. Lagi-lagi, mereka berjodoh dengan wakil asal Indonesia yakni IJL Elite.

Misi mengawinkan gelar jelas terpancar dalam dada prajurit Makati. Selain itu mereka juga punya catatan mentereng manakala pernah unggul dari IJL Elite dengan skor 2-1 di babak penyisihan grup.


Namun bukan IJL Elite namanya jika datang dengan "mental tempe", misi agung Makati tidak membuat anak asuh Mulyadi Madrizal silau. Pil pahit di babak penyisihan grup sudah dihapus. Tegakkan kepala, sweet revenge!

Drama babak sudden death pun jadi bom waktu untuk skuat Makati. Misi untuk mengawinkan gelar kandas di kaki winger eksplosif IJL Elite, Bagas Prayoga.

Ya, Makati harus rela mengakui keunggulan IJL Elite di partai puncak. Meski demikian, aroma respect tetap mereka tiupkan seusai pertandingan. Aroma panas laga final yang sempat mengitari rumput hijau pelan-pelan terbang tinggi terbawa angin sore sepoy-sepoy Kota Kinabalu.

Pemain IJL Elite dan Makati pun langsung mengabadikan sisa-sisa perjuangan mereka lewat unggahan foto sembari bertukar jersey. Saling tukar senyum manis jadi momen yang tidak bisa terlewatkan.

"Mendapatkan pengalaman dalam permainan. Mendapatkan pelajaran dalam kekalahan. Mendapatkan kebahagiaan dalam kemenangan. Mengumpulkan persahabatan melalui sepak bola," tulis Makati dalam akun Instagram resminya.

CEO Makati FC, Selu Lonzano yang begitu getol mengamati jalannya laga final pun mengaku salut dengan gaya permainan IJL Elite. Tak heran, ada rasa kagum ia sematkan untuk Muhammad Muthi Dzulkarnaen dan kawan-kawan.

"Permainan IJL Elite sangat luar biasa di segala lini," ujar Selu.

Tanpa tedeng aling-aling, Selu bahkan menyebut ia dan anak-anak didiknya masih penasaran untuk kembali mencicipi kekuatan IJL Elite. Ya, seperti ada rasa dahaga yang belum sirna.

Bahkan di tengah agenda padat turnamen internasional yang harus dilakoni Makati sampai akhir tahun, Selu mulai berpikir untuk menyambangi Indonesia. Ngebet? Bisa jadi.

"Masih sangat penasaran. Saya ingin ke Indonesia untuk mengajak IJL Elite menggelar laga uji coba. Mungkin sekitar akhir Januari atau Februari jadi momen paling tepat," ujar Selu.


Makati FC adalah tim sepak bola jenjang usia yang berdiri sejak 1976. Bisa dibilang mereka adalah pionir pertama pembinaan grassroot dan youth development di Filipina.

Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Filipina memang terus menunjukkan perkembangan pesat, jauh berbeda dengan 20 tahun lalu saat mereka kerap kali jadi lumbung gol tim lawan termasuk kala jumpa Indonesia. Terbukti 2019 ini mereka mampu lolos ke putaran final Piala Asia meskipun harus gugur di babak penyisihan grup namun sepak terjang The Azkals membuat tim sekelas Korea Selatan gigit jari.

Salah satu pemain Timnas Filipina yaitu sang penjaga gawang, Neil Etheridge saat ini masih aktif berseragam Cardiff City yang pernah merasakan sengitnya atmosfer kompetisi Liga Inggris musim 2017/2018 lalu. Setelah era Younghusband Brothers "berakhir", ada Daisuke Sato, Harry Foll sampai John-Patrick Strauss yang siap melanjutkan tongkat estafet regenerasi di skuat The Azkals.


  • Tags