Miroslav Fernando; Panggil Saya Momor bukan Suzuki

by admin on 1 week ago




IJL.Com- Berguru sampai ke Negeri Matador, Spanyol jadi salah satu pengalaman berharga yang tidak akan bisa dilupakan oleh juru gedor FU15FA Bina Sentra, Miroslav Fernando. Kisah menggelitik kala "dikepung" pasukan samurai.

Miro kembali lagi mencicipi sengitnya atmosfer kompetisi IJL U-11 pada Minggu (8/11) setelah sempat absen di pekan sebelumnya. Absennya Miro saat itu bukannya tanpa alasan yang kuat, seperti diketahui ia harus terbang ke Spanyol guna mengikuti ajang football camp bertajuk MS2 Cup I Torneo Internacional Michel Salgado.

Dalam rentang waktu 15-25 Agustus 2019, Miro menimba ilmu di Negeri Matador. Ditemani sang ibu, bocah berdarah Tionghoa tersebut tidak hanya ditempa secara skill juga teknik namun juga mental.



Salah satunya saat ia "dikepung" pasukan samurai Jepang. Kendala bahasa sempat membuat Miro geleng-geleng kepala.

"Bayangan sebelumnya dapat rekan-rekan setim orang Spanyol, ga tahunya semua dari Jepang. Ada satu orang Spanyol di tim saya, anaknya Michel Salgado," ujar Miro seraya tersenyum.


"Awalnya sempat malu-malu apalagi saya satu-satunya orang Indonesia, saya ragu ajak ngobrol mereka pakai bahasa Inggris, tapi kemudian ada dua pemain ajak kenalan, ya keterusan dengan teman-teman yang lain sampai tukar-tukaran akun Instagram," tambah Momor, sapaan akrabnya.





Dari perawakan wajah, Miro memang cocok bergabung dengan pasukan samurai. Matanya tajam bak ninja Negeri Matahari Terbit. Tidak heran ia diberi nama panggilan baru.

"Selama di Spanyol, nama saya jadi Suzuki. Ga tahu kenapa tiba-tiba dipanggil saja pakai nama itu, dapat jersey pun namanya Suzuki, ya mungkin biar teman-teman yang lain bisa gampang ingat dan ga susah manggil namanya," ungkap Miro seraya tak kuasa menahan tawa.



"Kalau di Indonesia, Suzuki kan nama motor. Jadi ya cukup pas di Spanyol saja saya dipanggil Suzuki. Lebih suka dipanggil Momor," tambah Miro seraya tersenyum lebar.



Saat membela tim samurainya tersebut, Momor sempat menyumbang gol apik. Dihadang pemain asal Eropa yang unggul dari segi postur, dengan gesit Momor menusuk jantung pertahanan tim lawan hingga diakhiri dengan aksi cemerlang.

Aksinya tersebut pun langsung ia teruskan akhir pekan lalu. Ya, Momor semakin gatal mencatatkan namanya di papan skor untuk Firman Utina Boys. Di laga terakhir babak penyisihan grup, dua kali gawang Pelita Jaya Soccer School dirobek.

Sejauh ini sudah sembilan gol disumbangkan Momor. "Persaingan sehat" ia tiupkan untuk sang kolega, Diaz Nur. Lebih daripada itu, FU15FA Bina Sentra ia bawa sebagai juara Grup Sensation sebagai modal besar menatap fase champions 16 Besar.

"Puji Tuhan bisa sapu bersih. Gol ini saya persembahkan untuk teman-teman di FU15FA Bina Sentra dan juga pelatih om Boronandaar yang sedang berulang tahun," pungkas Momor.




  • Tags