PAM Jaya FA Sudah Terbayang-bayang Atmosfer IJL

 


IJL.Com- Sudah sejak dari jauh hari, PAM Jaya Football Academy mulai sibuk mencari obat penghilang demam panggung. Gemerlapnya atmosfer kompetisi Indonesia Junior League pasalnya sudah terbayang-bayang.

PAM Jaya Football Academy mulai sibuk mempersiapkan diri jelang bergulirnya peluit kick-off kompetisi Indonesia Junior League (IJL) U-11 musim 2024. Tim yang bermarkas di Duren Sawit, Jakarta Timur tersebut jelas enggan sekadar numpang lewat dengan label debutan yang melekat.

Gemerlap atmosfer kompetisi IJL sudah terbayang-bayang dalam benak armada PAM Jaya FA. Tidak hanya "menghantui" pemain namun juga pelatih dan tentunya orangtua murid yang nantinya bakal melakoni peran sebagai suporter setia.

"Tujuan utama dan pertama kami tentunya saat memutuskan untuk ikut IJL yaitu melatih mental dan jam terbang anak-anak. Selain itu memberikan kesempatan lebih ke pemain yang notabene baru bergabung dalam tim sepak bola bagaimana rasanya berkompetisi," ujar sang pelatih, Nasrudin.



"Saya lihat IJL terbilang sukses menciptakan atmosfer liga itu sendiri. Karena kami paham, liga itu bisa memakan waktu sampai empat hingga lima bulan apalagi nanti PAM Jaya FA bisa ketemu dengan lawan-lawan yang bisa dibilang lebih berpengalaman di level usia dini baik dari segi prestasi misalnya. Itu tentu jadi pengalaman berharga. Bakal seru pasti," tambah Nasrudin.



Ya, hingar bingar atmosfer IJL nampaknya sudah terbayang-bayang dalam benak Nasrudin dan anak-anak asuhnya. Tak heran, ia sudah sibuk mencari obat pengusir hantu demam panggung.

Seperti diketahui, dari 21 pemain yang didaftarkan, seluruhnya merupakan wajah baru di IJL. Tentu ini menjadi PR tersendiri bagi PAM Jaya Football Academy.

"Nah itu dia, demam panggung, saya rasa itu yang bakal anak-anak hadapi di pekan-pekan awal. Karena itu tim pelatih sudah mulai menyiapkan agar hal tersebut tidak terjadi," tegas Nasrudin.



"Kami sudah intens melakukan laga uji coba selain itu ya mematangkan chemistry antar anak-anak supaya kerjasama mereka makin pede. Menarik pastinya bagaimana cara anak-anak nanti mengusir demam panggung tersebut karena maklum kami debutan di IJL," tambah Nasrudin.



PAM JAYA sendiri sebenarnya sudah eksis dalam belantika sepak bola Indonesia sejak 1992. Salah satu pemain jebolannya adalah eks penggawa Timnas Indonesia yakni Maman Abdurrahman.

Sempat lama vakum, PAM Jaya Football Academy sudah siap melahirkan generasi penerus Maman. Ya, IJL jadi ajang untuk mengais ribuan mimpi.

"Coach Maman berpesan agar anak-anak selalu nikmati pertandingan, menang atau kalah jangan jadi soal. Kebetulan beliau juga aktif sebagai pelatih kepala di sini jadi ikut melihat progres anak-anak," tutur Nasrudin.



"Termasuk soal demam panggung itu tadi, saya rasa Coach Maman yang punya banyak pengalaman punya banyak trik untuk  membantu anak-anak keluar dari yang namanya demam panggung dimulai lewat proses latihan. Jadi intinya kami akan lebih banyak belajar sebagai debutan di IJL," tandas Nasrudin.




  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa