Patrick Jonathan Sidabutar; Edgar Davids Rasa Rap-rap

by admin on 2 months ago




IJL.Com- Bermain ngotot jadi salah satu ciri khas bek Indonesia Muda Utara U-11, Patrick Jonathan Sidabutar. Ogah neko-neko, tak kenal kompromi.

Bicara Indonesia Muda Utara (IMUT) bukan hanya soal ketajaman Firman Hakim. Menoleh kekuatan sektor lini belakang, tim yang bermarkas di Koja, Jakarta tersebut tidak kalah siap mengorbitkan pemain dengan kilau potensi emas.

Meski saat ini sudah kebobolan delapan gol dari lima laga, hal tersebut sama sekali tidak mengingkari gaya permainan bek-bek IMUT yang bisa dibilang sangat militan. Petarung sejati, ngotot 1000 persen.

Salah satu yang tengah mencuri perhatian yakni Patrick Jonathan Sidabutar. Bek berdarah Batak dengan karakter keras namun tidak sampai menjurus kasar.

Rap-rap, pressing tinggi khas klub legendaris Tanah Air PSMS Medan, begitu cara Patrick mengawal lini belakang IMUT. Nafasnya memburu laju pemain lawan begitu panjang, tak kenal kata kendur, pantang kehabisan bensin.

Berkaca dari laga terakhir, game-maker kelas wahid dari Pelita Jaya Soccer School, Rizki Eka Saputra ia paksa menguras keringat lebih deras. Kemanapun Rizki berlari maka disitulah Patrick unjuk gigi.

Tackle bersih Patrick berulangkali efektif memutus rantai serangan tim lawan. Bek yang ogah neko-neko, begitu sulit "dikadali" jika sudah berhadapan satu lawan satu. Satu lagi, ia juga "cerewet" memberi komando.

"Menjadi seorang bek memang sudah jadi karakter sejati seorang Patrick," buka pelatih IMUT, Sugiaso



"Tidak hanya saat di pertandingan resmi, saat sesi latihan pun ia terbiasa bermain keras. Itu yang paling saya suka, anak ini sudah punya karakter," tegas Acong, sapaan akrab Sugiaso.





Di atas lapangan, Patrick sendiri bermain dengan mengenakan kacamata. Meski demikian hal tersebut sama sekali tidak membuat dirinya terganggu apalagi sampai berujung mental ciut.

Ya bisa dibilang, Patrick mengingatkan banyak orang dengan mantan gelandang Timnas Belanda dan Juventus, Edgar Davids. Pemain yang kerap membuat bulu kuduk lawannya berdiri hingga diberi julukan Pitbull.



Sekali lagi ini soal karakter, begitu tegas Acong. Mempunyai bek dengan militansi tinggi memang jadi keuntungan tersendiri untuk armada IMUT. Efeknya tentu bisa berdampak positif untuk satu-kesatuan tim.

Jangan heran, di pekan ketiga IJL U-11 lalu Patrick menembus daftar barisan pemain terbaik meski levelnya baru sebatas cadangan. Kualitasnya tidak hanya dilihat dari segi individu namun juga kontribusi untuk lambang IMUT yang ia bela.

Bukan tidak mungkin di laga-laga selanjutnya Davids dari Koja makin gres untuk tebar pesona. Praktis, penyerang lawan memang kudu hati-hati.

"Rajin untuk berlatih, tidak mau kalah, tak pernah mengenal takut saat berhadapan dengan pemain lawan. Tiga kalimat tersebut cukup untuk menggambarkan seorang Patrick," jelas Acong.



"Ia memang dia bertanding dengan mengenakan kacamata tapi hal itu sama sekali tidak membuat dirinya terganggu sama sekali. Apa kuncinya? Sekali lagi, Patrick punya karakter yang luar biasa," tutup Acong.



  • Tags