Pelan-pelan, IRS Bergerak Move-on

by admin on 3 months ago




IJL.Com- Kegagalan melaju ke partai final IJL U-13 enggan diratapi berlebihan oleh skuat Indonesia Rising Star (IRS). Bergerak move-on, Derby Tangerang Selatan sudah nyaring memanggil.

Air mata anak-anak IRS yang sempat jatuh usai ditaklukkan Garec's pada laga semifinal IJL U-13 sudah mulai mengering. Rasa pedih diombang-ambingkan pusaran drama adu penalti harus segera dilupakan kesebelasan asal Ciputat, Tangerang Selatan tersebut.

Praktis ini jadi salah satu tugas Sulistyo Hartono. Memompa mental anak asuh jadi pekerjaan rumah sang juru taktik. Berburu senyum baru karena bahwasannya IRS memang belum habis.

"Bicara soal mental selalu begitu di sepak bola, saya tidak mau membesar-besarkan tapi laga kemarin memang pengaruhnya besar sekali tapi kembali hasilnya tergantung dengan siapa yang terlibat di atas lapangan," tegas Komeng, sapaan akrabnya.



"Kami coba dapatkan rasa percaya diri dan memanfaatkannya. Apabila gagal, kami harus belajar dari bermacam-macam situasinya, pilihannya hanya satu yaitu harus bangkit," seru Komeng lagi.







IRS memang masih punya satu agenda besar di gelaran IJL U-13 musim ini. Laga bergengsi dengan tajuk perebutan tempat ketiga kontra ASTAM harus dilakoni pada Sabtu (24/8).

Meski demikian, laga kontra ASTAM lebih dari sekadar partai pelipur lara. Seperti diketahui ada label Derby Tangerang Selatan mengitari.

"Hidup itu tantangan, sejak awal musim semua laga adalah spesial dan kami berusaha menyelesaikannya dengan benar," terang Komeng.


"Bukan soal satu-dua laga terbaik dalam sejarah, tapi keluarkan penampilan terbaik selagi masih bisa. Walau underdog, kami harus jadi tim yang ditakuti, bukan karena kami lolos semifinal tapi karena intensitas permainan tim," tutur Komeng.



Menarik ditunggu tentunya apakah ASTAM akan jadi pelampiasan anak-anak IRS. Lalu bagaimana jika drama adu penalti kembalu menghinggapi Dhiwa Zahran dan kawan-kawan? Ya inilah saatnya menebus luka dan ke luar lapangan dengan kepala tegak.

"Kami harus bisa manfaatkan peluang sekecil apapun di waktu normal untuk menghindari drama adu penalti, sebisa mungkin diantisipasi. Namun anak-anak juga harus siap jika kemungkinan itu muncul lagi, intinya kembali lewat proses latihan," tandas Komeng.



  • Tags