Pemain Terbaik Pekan Keenam IJL U-11; Dari Gaya Elegan Sampai Karakter Opurtunis

by admin on 1 month ago




IJL.Com- Barisan menu paket komplet menjejali daftar rilisan pemain terbaik pekan keenam IJL U-11. Dari yang handal "menerbangkan roket", gelandang elegan sampai bomber haus gol.



Kiper: 


Abdun Kais (Sparta)

Kais bermain sangat tenang dalam mengantisipasi serangan balik Pelita Jaya maupun Ocean Stars, skillnya dalam memetik bola-bola mati sangat baik, tangkapannya menyergap si kulit bundar pun amat lengket. Melukiskan torehan clean-sheet, lebih daripada itu Kais tampil cukup atraktif dan "cerewet" mengatur lini belakang Sparta.




Bek: 


Rizki Dermawan (Salfas Soccer)

Postur badan yang gempal tidak membuat Rizki kesulitan bergerak ataupun "dikibuli" pemain lawan, kedisplinan penempatan posisi jadi kunci Rizki hingga begitu sukar untuk dilewati, body balance tangguh disokong fighting spirit tinggi. Sumbang satu gol ke gawang Pro: Direct Academy jadi pelengkap kontribusi maksimal pemain jebolan IJL All Stars 2017 itu.



Rizky Fauzi (Serpong Jaya)

Postur tubuh yang tak terlalu besar tidak serta-merta membuat Bebe, sapaan akrabnya canggung berperan sebagai central defender Serpong Jaya, reading the game kelas mumpuni jadi modal utama pemain bernomor punggung 25 tersebut memegang tongkat komando bala pertahanan Black Panther. Begitu cekatan saat mengantisipasi bola-bola udara, proaktif pula menjadi jembatan lini belakang dan sektor gelandang.




Fajar Arnuansyah (CISS)

Fajar semakin membuktikan dirinya sebagai kunci penting di balik semakin kokohnya tembok pertahanan CISS, bek dengan gaya permainan simpel, kepalanya begitu dingin. Semakin tidak terbantahkan adalah ancaman naluri gol Fajar lewat skema bola mati, algojo tendangan bebas yang kian ditakuti.




Gelandang:


Fitrah Rahmadani (Ragunan Soccer School)

Fitrah benar-benar sosok pembeda di tubuh Ragunan Soccer School, pemain yang paling banyak menguras keringat, tahan banting menjaga area lini belakang dan tengah, tidak jarang melepaskan manuver tajam ke depan. Si kidal yang menyumbang dua gol hingga berbuah poin sempurna, kapasitasnya sebagai algojo bola mati kelas wahid semakin menjadi-jadi.




Faris Yusuf (ASIOP)

Faris bermain taktis sebagai centrocampista ASIOP, kuat menahan bola, tidak terlalu banyak berlari namun disitulah peran efektif Yusuf membuka ruang untuk rekan-rekan setimnya mencuri posisi, cukup elegan. Daya gedor Faris sebagai hantu untuk kiper lawan tak kalah menjanjikan, total empat gol ia cetak ke gawang D'Joe FC dan Brazillian Soccer School lewat sepakan-sepakan jarak jauh.

[U11-280719] BRAZILIAN SOCCER SCHOOL VS ASIOP


Hieronimus Ari (Young Warrior FA)

Ari adalah dinamo di lini tengah Young Warrior, orang pertama yang memutus rantai serangan tim lawan, begitu gahar tanpa kompromi dan penuh determinasi maka tidak heran ban kapten dengan bendera Jerman melingkar di lengannya. Ari juga punya insting gol tidak kalah canggih, kerap muncul dari lini kedua untuk menguji nyali kiper lawan.

[U11-280719] YOUNG WARRIOR FA VS GRT SITANALA SOCCER SCHOOL


M Ridwan (Giras)

Ridwan semakin menjadi-jadi, salah satu gelandang paket komplet berkaca dari naluri golnya yang tinggi dan juga cukup atraktif mengirimkan umpan-umpan matang untuk rekan-rekan setimnya. Layak dilabeli pemain dengan karakteristik "penerbang roket", kejelian Ridwan melepaskan tembakan jarak jauh sangat memanjakan mata penonton dan menjadi momok kiper lawan.




Playmaker:


M Zona Dzuhri (FIFA Farmel)

Zona kembali lagi pada performa terbaiknya, game-maker elegan yang piawai mengatur aroma serangan anak-anak FIFA Farmel, cerdik dalam mendistribusikan bola ke tiap jengkal lapangan, ekor matanya bekerja sempurna. Total ada dua gol disumbangkan oleh Zona, salah satunya bernilai super emas kala jumpa SS Gagak Rimang.




Penyerang: 


Aldyansyah Taher (Maesa Cijantung)

Aldy adalah tipe predator ulung yang rajin mencuri ruang di sela-sela celah pertahanan tim lawan, ia juga dibekali tendangan akurasi yang keras namun tajam menusuk. Tidak jarang manuver individu Aldy kerap berbuah tendangan bebas yang banyak membuka peluang untuk skuat Maesa, kontribusinya bukan hanya sekadar urusan mencetak gol.




Irsyad Syah Haidar (All Star Galapuri)

Penyerang dengan gaya oportunis, karakter striker bernomor punggung sembilan yang begitu merepotkan jantung pertahanan lawan. Insting Irsyad mencium aroma gol sangat baik, terbukti gawang FU15FA Bina Sentra dan Garuda Muda Soccer Academy ia koyak dengan lesakkan indah, platform bomber sejati.




Pelatih:


Apridiawan (ASIOP)

Absennya Totti Adi Pratama di lini depan ASIOP tidak membuat Apri kehabisan akal, memanfaatkan agresivitas Kenjiro Emir, Alisyarief dan Faris Yusuf dari sektor lini kedua jadi jawaban mutlak hingga berbuah dua kemenangan sempurna untuk ASIOP. Rotasi yang jeli membuat ASIOP sukses mempertahankan keunggulan di tengah serangan sporadis D'Joe FC, sempat kecolongan gol cepat saat jumpa Brazilian Soccer School tidak membuat Apri panik, pelan-pelan tapi pasti ia antar Mutiara dari Senayan tampil lebih menggila dengan gaya permainan penuh determinasi tinggi.




Cadangan:


Kiper: Azelio Afterisya (ASIOP)


Bek: Amer Ankara (All Star Galapuri), Darrel Shaquille (FU15FA Bina Sentra), Rama Apriansa (B24HABS), Fachrie Dwi (Alba FC), Azril Febrio (Giras)


Gelandang: Ahmad Z Falih (FU15FA Bina Sentra), Elhaaj Boer (Serpong Jaya), M Rozzan (Ocean Stars), Hamam Ardell (Pelita Jaya), M Arkan (Tajimalela FA), Andik Jiyan (FIFA Farmel)


Penyerang: Valentino Febri (Putra Sejati), Rayhan Faza (CISS), M Wildan (M'Private Soccer School), Satria Maulana Febrian (GRT Sitanala), Raditya Gemal (D'Joe FC)



  • Tags