Pemain Terbaik Pekan Ketujuh IJL U-11; Bombardir dari Segala Penjuru




IJL.Com- Tidak hanya penyerang, barisan gelandang di kompetisi IJL U-11 pun semakin menunjukkan kemahirannya merobek jala gawang tanpa ampun. Lini belakang diperkuat bek yang semakin punya karakteristik mumpuni, tak melulu sebatas menangkal badai serangan.



Kiper:


M Ferdi (D'Joe FC)

Tidak mudah untuk membendung arus serangan gencar Salfas Soccer yang merata dari segala lini namun dengan ketenangannya Ferdi mampu menjaga bersih jala gawangnya dari "noda kotor". Tenang dalam mengantisipasi bola mati jadi salah satu keunggulan Ferdi, ia juga cetakan dalam menutup ruang tembak pemain lawan termasuk ketika membuat lini depan B24HABS tumpul.




Bek: 


Aditya Ilham (Young Warrior FA)

Begitu cekatan melayani agresivitas serangan balik ASIOP, perannya di sisi sayap pertahanan Young Warrior FA terbilang sangat krusial, banyak sapuan-sapuan bersih ia lepaskan, tackle kokoh ditiupkan. Satu lagi, Adit juga sangat aktif mendistribusikan bola matang untuk rekan-rekan setimnya, kekuatan sepakan kaki kirinya menyimpan potensi emas.




Taffarel Daviano (Alba FC)

Spartan dan militan adalah dua kata yang begitu identik dengan seorang Taffarel, body balance tangguh disokong keunggulan dalam duel-duel bola udara. Stamina prima juga jadi kunci konsistensi penampilan Taffarel sampai peluit panjang usai.




M Fajar Riyandi (FIFA Farmel)

Disiplin di sektor lini belakang, tangguh saat duel satu lawan satu, punya visi menggiring bola aduhai sebagai salah satu titik serangan FIFA Farmel. Fajar juga punya insting gol ciamik, terbukti gawang Brazilian Soccer School dan B24HABS jadi sasaran tembaknya.

[U11 - 250819] BRAZILIAN SOCCER SCHOOL VS FIFA FARMEL


Gelandang:


Muhammad Zaky (Maesa Cijantung)

Gelandang serang yang semakin menunjukkan aura kebintangannya di atas rumput hijau, kreator Maesa Cijantung, bukan hanya sekadar pembeda tetapi juga penentu. Makin keranjingan mencatatkan nama di papan skor, diam-diam menghanyutkan punya potensi meramaikan gelar perburuan sepatu emas.




Faris Yusuf (ASIOP)

Semakin elegan dan taktis menjadi dinamo lini tengah ASIOP, kran serangan Mutiara dari Senayan selalu berawal dari visi Faris melihat rekan-rekan setimnya berburu ruang. Makin menakutkan tebar ancaman lewat skema bola mati, gol cantik penentu di laga kontra Young Warrior FA.




Azizu Milanesta (M'Private Soccer School)

Nesta adalah nyawa lini tengah M'Private Soccer School, kreatifitasnya adalah kekuatan utama M'Private merancang pondasi serangan guna menceploskan bola ke gawang lawan. Performa terbaik kembali disuguhkan pada laga pekan ketujuh, begitu memanjakan rekan-rekan setimnya lewat umpan-umpan matang pendek nan cepat.

[U11 - 250819] SPARTA 1979 VS M'PRIVATE SOCCER



Penyerang: 


Akmal Rusdiansyah (Salfas Soccer)

Cetak hat-trick di laga kontra Putra Sejati, daya gedor Akmal adalah tulang punggung lini depan dan tengah Salfas Soccer, cerdik curi momentum, cerdas memanfaatkan peluang. Selalu bermain dengan kepala dingin, visinya merancang tempo permainan di tengah ketatnya atmosfer pertandingan benar-benar di atas rata-rata rekan seusianya.




Fay Azhar (ASTAM)

Cara Fay mencetak gol ke gawang Pelita Jaya Soccer School adalah salah satu bukti betapa licinnya striker bertubuh mungil ini, cerdik mencuri momentum, pandai ambil ruang tembak dan begitu tenang meski mendapat tiga kawalan ketat pemain lawan. Lebih daripada itu, Fay bisa membawa angin segar di lini depan ASTAM, tugasnya tidak hanya mencetak gol namun juga membuka ruang untuk rekan-rekan setimnya.




Diaz Nur (FU15FA Bina Sentra)

Eksplosif di pekan ketujuh, borong lima gol dalam dua laga untuk FU15FA Bina Sentra berbuah poin sempurna di penghujung laga. Rajin mencari ruang, predator ulung di dalam kotak penalti, salah satu tipe striker petarung yang selalu dibutuhkan pelatih sebagai pemecah kebuntuan.




Muhammad Badaruddin (Serpong Jaya)

Mendapat peran baru sebagai striker tunggal di lini depan Serpong Jaya tidak membuat Badar canggung, mentalitasnya cukup teruji, pergerakan dengan atau tanpa bolanya membuat Badar semakin sulit ditangkap radar pertahanan lawan. Instingnya saat mengoyak jala gawang Ragunan Soccer School dan Pelita Jaya Soccer School amat berkelas, potensi tersembunyi seorang bomber berdarah dingin.




Pelatih:


Robin Meilast (ASTAM)

Sebelum laga pekan ketujuh IJL U-11 dimulai, Robin blak-blakan soal rencananya menerapkan formula baru di skuat tim asuhannya, terbukti ia mampu menepati janjinya, ASTAM bermain lebih cair, bola mudah mengalir, semua pemain proaktif terlibat dalam arus pertandingan dan alhasil Pelita Jaya Soccer School dan Ocean Stars sukses mereka tekuk meski hanya lewat skor tipis. CR sapaan akrabnya adalah contoh kasus sederhana kejelian pelatih meraba atmosfer kompetisi dan menggali potensi emas anak didik, sistem rotasi dan berani eksplorasi formasi adalah sebuah kunci penting membentuk tim dengan visi dan mental bertanding sama kuat.





Cadangan:


Kiper: Adrianus Refwalu (ASTAM)


Bek: Kenjiro Emir (ASIOP), Bagas Shultan (Garuda Muda Soccer Academy), Fajar Arnaunsyah (CISS), Javiero Adam (Pro: Direct Academy), Rizky Fauzi (Serpong Jaya)


Gelandang: Ahmad Z Falih (FU15FA Bina Sentra), Fabian Aviliano (Young Warrior FA), Arya Dwi Pasha (CISS), Zona Dzuhri (FIFA Farmel), M Rizqullah Alifasyah  (Salfas Soccer), M Ridwan (Giras)


Penyerang: Zaki Falih Riyono (Satria Muda FA), Aqsa Syawila (M'Private Soccer School), Satria Maulana Febrian (GRT Sitanala), Alisyarief (ASIOP), Radittia Saputra (Maesa Cijantung)


  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa