Perang Bintang IJL Mayapada 2018 Diselipi Aroma NBA




IJL.Com- Laga perang bintang IJL Mayapada 2018 dipastikan akan jauh lebih berwarna dibanding musim lalu. Terinspirasi dari gelaran NBA (National Basketball Association) All Stars, setiap SSB yang mengirimkan pemainnya diberi kesempatan menunjukkan karakteristik dan identitas mereka di atas lapangan.

96 pemain terpilih yang masuk dalam jajaran IJL All Stars Mayapada 2018 sudah siap unjuk gigi akhir pekan nanti, Minggu (5/8) di Lapangan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan. Tim Phenomenon dan Sensation baik dari kategori U-9 dan U-11 akan "bertempur". Dapat diprediksi, sorotan mata penonton tertuju ke arah mereka semua tanpa berpaling sedikitpun.

Yang menarik dibanding musim lalu, nantinya tiap-tiap pemain akan diberi kesempatan memamerkan jersey tim asal SSB mereka masing-masing selama pertandingan berlangsung. Hal ini memang sedikit mengadopsi dari atmosfer perang bintang ala NBA era 1997-2002 saat masa-masa keemasan Michael Jordan (Chicago Bulls) sampai munculnya wonderkid, Kobe Bryant (Los Angeles Lakers).







CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis sendiri menegaskan keputusan pihaknya tidak mengeluarkan jersey khusus IJL Mayapada All Stars 2018 bukannya tanpa pertimbangan yang kuat. Mendorong tiap SSB untuk tidak berhenti mencetak barisan pemain terbaik jadi salah satunya. Ada aura kompetitif berusaha terus dibangun dengan cara lebih berwarna.

"Pada intinya ada inovasi berbeda dibanding laga perang bintang musim sebelumnya. Konsepnya memang kami ambil dari gelaran NBA All Stars dimana para pemainnya tampil dengan kostum kebanggaan tim asal mereka masing-masing," ujar Rezza.



"Selain bersifat entertainment, konsep tersebut nantinya akan menghadirkan keberagaman warna dari tim Phenomenon dan Sensation," tambahnya lagi.









2018 ini, prestise tiap tim kontestan mengirimkan pemainnya untuk masuk jajaran skuat All Stars terbilang sangat meningkat drastis bahkan menyaingi perburuan gelar juara. Artinya, ada perubahan mindset dalam mengarungi sebuah kompetisi, ya apalagi kalau bukan terus mengasah potensi tiap anak asuh terutama soal jam terbang bermain. Kejelian tiap pelatih juga terus diuji tidak hanya soal taktik semata.

Karakter dan identitas tiap SSB diyakini Rezza akan muncul di balik gemerlapnya warna jersey dalam laga perang bintang nanti. Sedikit mengambil filosofi Bhinneka Tunggal Ika, jadi satu-kesatuan tidak harus selalu seragam memang.

"Akan tetapi kami juga menyiapkan rompi khusus IJL All Stars yang agak sedikit transparan untuk tetap mempertahankan corak keragaman tersebut," jelas Rezza.





"Tetapi rompi khusus ini tidak tertutup, sehingga identitas tiap SSB lewat warna jersey yang mereka pakai bisa tetap terlihat dengan jelas. Saya harap ada kebanggaan lebih bagi para pendiri, pelatih, manajemen SSB saat melihat "bendera" mereka berkibar di atas lapangan," tutur pria lulusan Universitas Indonesia tersebut.






Sebelumnya, dari sisi teknis, IJL Mayapada memang tidak henti melakukan inovasi demi mempertahankan sekaligus menambah gairah kompetisi. Satu yang paling digandrungi publik saat ini tentunya adalah regulasi 3 on 3 di babak perpanjangan waktu.

"Kami tidak mau berhenti melakukan inovasi berbeda tiap tahunnya, regulasi 3 on 3 misalnya yang dapat sambutan sangat positif. Indonesia Junior League ingin mengikuti perkembangan zaman terkait kemasan entertainment dalam dunia sepak bola. Artinya level grassroot pun harus tetap menghibur di tengah semakin panasnya persaingan," jelas Rezza.

"Begitu juga saat di IJL U-13 nanti. Dari sisi teknis sampai non-teknis, dari dalam sampai luar lapangan," tutup Rezza seraya tersenyum.






  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa