Ragunan Soccer School Mengurai Benang Kusut




IJL.Com- Tiga laga sisa pada babak penyisihan grup, Ragunan Soccer School sudah siap habis-habisan. Mengurai benang kusut di tengah tebalnya tembok pertahanan Pro: Direct Academy.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk mengarsiteki Ragunan Soccer School di kompetisi IJL U-13. Jika tidak percaya tanyakan saja pada seorang Munaji.

Persaingan Grup Phenomenon yang semakin panas tiap pekannya memaksa Munaji banyak putar otak lebih kencang. Sialnya, badai silih berganti menghantam Nuno Leoporto dan kawan-kawan.

"Beginilah seninya melatih anak-anak Ragunan Soccer School. Berbagi kendala bisa diatasi dengan dukungan moril dari orangtua murid," ujar Munaji.



"Saya tidak bisa sembarang teriak seperti di PSAL, karena namanya anak-anak masih dalam segi pembentukan mental," sambung Munaji.



Tergopoh-gopoh. Begitu kondisi tim yang bermarkas di Jakarta Selatan tersebut. Saat ini mereka begitu kesulitan menembus zona delapan besar, masih terjebak di peringkat ke-10 dengan tabungan 16 poin dari 10 laga.

Walaupun demikian, Munaji meminta anak-anak asuhnya tidak buru-buru angkat koper. Seperti diketahui, peluang Ragunan melaju ke fase knock-out masih cukup terbuka. Menggeser posisi Satria Muda atau Laskar Pelangi bukan sesuatu yang mustahil.

Tiga laga sisa ada di depan mata. Salah satunya pada pekan ke-21 IJL U-13 Grup Phenomenon, Pro: Direct Academy siap mengubur mimpi Ragunan.

"Saya agak khawatir dengan fisik anak-anak Minggu nanti. Bukannya tanpa alasan yang kuat, siang harinya kami ada jadwal pertandingan di Askot," ujar Munaji.



"Ya saya hitung-hitung ada waktu tiga jam istirahat sebelum kembali bertempur di IJL. Fisik sekaligus mental anak-anak benar-benar akan diuji," sambung Munaji.





Pro:Direct Academy (PDA) sendiri punya modal lebih bagus daripada Ragunan. Di pekan sebelumnya, anak asuh Nur Ichwan baru saja mengandaskan perlawanan Abstrax FA dengan skor tipis.

Meski saat ini ada di dasar klasemen, PDA jelas bukan tim kacangan. Tembok tebal pertahanan Haekal Pascal dan kawan-kawan sudah banyak membuat tim lawan gigit jari.

Kecerdikan Nur Ichwan meramu taktik dari pinggir lapangan juga jadi kunci tersendiri. Selalu ada reaksi positif demi mengubah hasil di papan skor.

"Kemarin saya sudah nonton mereka dari video rekaman pertandingan, passing-passing PDA cukup lumayan. Solusinya kami harus tutup area sektor tengah, selebihnya lebih berani main keluar lewat sisi sayap, variatif lewat kanan dan kiri," ujar Munaji.





"Selain Nuno Leoporto, ada Moreno Gabriel Joya dan Arya Putra Kusuma yang bisa menjadi harapan baru meski dua anak ini baru bergabung di awal musim. Mereka sudah ada kemajuan," tandas Munaji.




  • Tags