Ragunan Soccer School Ogah Lempar Handuk

by admin on 2 weeks ago




IJL.Com- Perjuangan belum selesai, Ragunan Soccer School ogah lempar handuk. Rontokkan taring Serpong Jaya, pantang kehabisan bensin.

Masalah klasik kembali menimpa Ragunan Soccer School. Awan gelap nampaknya masih betah menggelayuti skuat berlambang burung garuda tersebut.

"Lagi-lagi persiapan kami lebih diganggu soal faktor non-teknis, Sabtu nanti banyak pemain yang masih terbentur jadwal sekolah. Sampai detik ini, susunan pemain masih belum pasti," ujar pelatih Ragunan Soccer School, Munaji.



"Saya masih komunikasi dengan orangtua murid seandainya bisa koordinasi dengan pihak sekolah soal izin. Harapan saya memang bisa datang dengan kekuatan full-team," sambungnya lagi.



Pusing tujuh keliling, itu yang kini dirasakan Munaji. Laga terakhir saat dibekap Indonesia Rising Star, ia mengakui anak asuhnya kedodoran soal fisik.

Fakta di atas lapangan memang berbicara demikian. Sempat bermain agresif di babak pertama namun saat memasuki interval kedua, Nuno Leoporto dan kawan-kawan kehabisan bensin.

"Terus terang problem Ragunan saat ini memang soal fisik. Pekan kemarin kami drop sekali dan lawan bisa memanfaatkannya dengan sangat jeli alhasil anak-anak keteteran," ungkap Munaji.



Tak boleh larut dalam rasa kecewa, Ragunan harus cepat-cepat untuk move-on. Sabtu nanti di pekan ke-19 IJL U-13 Grup Phenomenon, kesempatan untuk meramaikan perburuan tiket fase knock-out belum tertutup.

Syaratnya memang tidak mudah, jadwal pertandingan mempertemukan Ragunan dengan Serpong Jaya. Merujuk dari tabel klasemen, tidak salah duel keduanya ibarat David versus Goliath.

Serpong Jaya baru saja kembali lagi pada performa terbaiknya usai di pekan sebelumnya menyudahi perlawanan Tajimalela FA dengan skor 2-0. Penggawa Black Panther, Randi Ilham semakin menunjukkan tajinya sebagai salah satu penyerang jempolan di gelaran IJL U-13.

Yang tidak kalah jadi sorotan tentunya soal kolektivitas permainan anak-anak Tangerang Selatan. Dari belakang sampai ke depan, Fadhil Fakhruddin dan kawan-kawan bisa dibilang paket komplet.

Meski demikian, Munaji menegaskan Ragunan tak mau cepat-cepat lempar handuk. Saatnya habis-habisan di atas lapangan.

"Mereka tim yang bagus, sangat kompak. Pelan-pelan di atas lapangan nanti, tinggal cari kelemahannya saja," terang Munaji.



Ya, Serpong Jaya tentunya bukan tanpa celah. Soal ini Ragunan Soccer School rasanya bisa belajar banyak dari Pro: Direct Academy.

"Saya juga mengajak orangtua murid untuk bahu-membahu demi kepentingan tim. Anak-anak mereka akan berjuang habis-habisan di atas lapangan. Sebisa mungkin, berjuang, berjuang dan terus berjuang," tegas Munaji.

"Kesempatan untuk lolos ke babak selanjutnya belum tertutup, itu yang selalu kami yakini," tambah anggota Marinir KKO Cilandak itu.



Sembari menunggu kelengkapan timnya, beberapa opsi di atas lapangan mulai disiapkan Munaji. Satu yang pasti ia masih mencari formula agar seorang Nuno Leoporto tidak mandi keringat sendirian.

"Ada opsi untuk mendorong M Salaman Alfarizy untuk maju sedikit ke depan. Ia bisa jadi orang kedua setelah Nuno," ujar Munaji.





  • Tags