Rama Apriansa; Palang Pintu Tanpa Lubang Pusar

by admin on 3 months ago




IJL.Com- Dua pekan berturut-turut menembus barisan pemain terbaik IJL U-11 jadi bukti sahih kualitas penggawa B24HABS, Rama Apriansa. Stamina pantang kendur, perkasa sampai akhir laga.

Nama Rama Apriansa terus mencuat sebagai sosok pembeda di skuat B24HABS. Perannya sebagai pemutus rantai serangan lawan jadi titik kekuatan tim yang bermarkas di Limo, Kota Depok tersebut.

Tidak heran, dua pekan berturut-turut ia masuk dalam daftar rilisan pemain terbaik IJL U-11. Performanya tidak kalah dengan difensore wahid lainnya sekelas Rivandino Riansyah (Salfas Soccer), Shaviq An Naufal (Young Warrior Football Academy), juga Muhammad Suryadi Pratama (Serpong Jaya).

Fisik tangguh, stamina prima jadi keunggulan Rama di atas lapangan. 2x12 menit nampaknya masih terasa "kurang" untuk pemain bernomor punggung 13 tersebut.

Di atas lapangan, Rama pun dikenal sanggat tangguh dengan label gelandang "perusak". Bisa disebut dirinya adalah palang pintu skuat B24HABS.

"Rama ini seperti anak yang tidak punya pusar," ujar pelatih B24HABS, Casmin.



"Dia memang pantas menembus barisan pemain terbaik," tambah Casmin.



Rama sendiri tergolong wajah baru di keluarga B24HABS. Belum genap dua bulan ia bergabung.

Hebatnya, masalah adaptasi sukses ia langkahi. Satu hal yang membuat Casmin langsung angkat topi.

"Rama baru gabung di B24HABS itu Maret 2019 kemarin. Masih baru sekali memang tapi ia bukan tipe anak yang kaku, mudah bergaul, adaptasinya cepat sekali," ujar Casmin.




"Kalau boleh jujur, saya juga kaget lihat performa Rama selama berlaga di IJL," sambung Casmin seraya tersenyum lebar.



Bukan hanya soal karakteristiknya mengawal tembok pertahanan B24HABS, Rama juga terbilang punya naluri gol tinggi. Tidak jarang ia membuat bek sekaligus kiper lawan jatuh-bangun.

Di laga terakhir, jala gawang Garec's ia buat terkoyak. Terbilang cukup efektif sebagai pemecah deadlock.

Sadar dengan potensi tersembunyi anak asuhnya, Casmin ogah tinggal diam. Ancang-ancang strategi mutakhir sudah ia siapkan guna menyongsong laga-laga ke depan.

"Seperti yang saya bilang, Rama ini tidak punya pusar. Staminanya sungguh luar biasa, saya lihat ia cukup punya potensi untuk menjadi seorang second striker atau penyerang lubang," ujar Casmin.





"Dari enam laga, saya ingin beri nilai sembilan untuk Rama. Tidak boleh terlalu banyak dulu karena ia masih bisa lebih berkembang," tandas Casmin seraya tersenyum lebar.



  • Tags