Rontokkan Gigi Tiga Singa




IJL.Com- Dikepung tiga tim asal Singapura tidak membuat anak-anak IJL Elite jadi minder. Pengalaman sang pelatih, Robin Mailas bisa jadi kunci awal.

Pada gelaran Royal Selangor Club Dato'Chu Ah Nge Junior Soccer Tournament U-12, IJL Elite tergabung di Grup B. Menariknya, tiga tim yang akan mereka hadapi berasal dari negara yang sama yakni Singapura.

Circuit GDT FC, Global Football Academy juga GSA Singapore juga bukan lawan sembarangan. Dari hasil penelusuran IJL News, ketiganya termasuk tim dengan prestasi mentereng dan punya cukup banyak jam terbang untuk urusan laga-laga internasional.



Meski demikian, tak ada kata minder dalam kamus IJL Elite. Merontokkan gigi tiga singa bukan hal yang mustahil untuk dilakukan.

"Kuncinya tentu jangan sampai down apalagi nervous, saya selalu tekankan ke anak-anak kalau semua lawan sama saja intinya tetap fokus dan serius," tegas sang pelatih, Robin Mailas.



"Tapi adanya tiga tim Singapura yang menghadang pastinya jadi motivasi untuk anak-anak. Paling penting tetap happy dan rileks saat sampai di atas lapangan nanti," sambungnya lagi.







Robin sendiri sebetulnya tidak terlalu buta soal karakter permainan tim-tim asal Singapura. Pengalamannya bersama ASTAM setidaknya bisa jadi pegangan untuk M Zamzami dan kawan-kawan.

"Tim dari Singapura biasanya diperkuat anak-anak bule. Mereka punya kepercayaan diri yang sangat tinggi, pola permainan terukur dan shooting keras, postur pastinya lebih tinggi juga, itu saya lihat saat pernah melawan tim JSSL Elite," beber Robin.





"Hal-hal tersebut yang harus dihadapi anak-anak, sekali lagi jangan pernah minder. Apalagi saya dengar ada satu tim yang materinya terdiri dari pemain-pemain wanita pilihan, sampai skuat campuran Jepang-Singpura. Fokus dan tetap fokus," ucap CR, sapaan akrabnya.





IJL Elite sendiri akan berangkat pada Jum'at (30/11) tepatnya pukul 10.00 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta. Sesuai jadwal, mereka akan tiba di Negeri Jiran pada jam dua siang waktu setempat.

"Hari pertama di Malaysia akan lebih fokus pada latihan ringan dan pemantapan koordinasi," ungkap Robin.





"Termasuk soal kedisplinan, mayoritas anak-anak bawa HP dan nanti harus ada jam pengaturannya agar fokus mereka tidak terganggu selama turnamen berlangsung. Dari berlatih, makan, tidur juga kudu teratur," tutup Robin.



  • Tags