Satria Panca Paradiva: Habis Gelap Terbitlah Terang




IJL.Com- Kembali memungut bola dari gawang sendiri saat jumpa Putra Tangerang tidak membuat penjaga gawang B24HABS U-13, Satria Panca Paradiva terkulai lemas. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.

B24HABS masih sulit pecah telur. Kekalahan beruntun tim asal Limo, Kota Depok itu terus berlanjut. Di laga terakhir tepatnya pada pekan ke-17 Indonesia Junior League U-13, Sabtu (13/3), mereka harus rela mengakui keunggulan Putra Tangerang dengan skor tipis 1-2.

Namun sejatinya ada performa impresif ditunjukkan anak-anak B24HABS. Meski digempur habis-habisan oleh Putra Tangerang, perlawanan spartan ditonjolkan sampai tetes keringat penghabisan.

Aksi sang penjaga gawang, Satria Panca Paradiva layak jadi sorotan. Ada banyak penyalamatan krusial dibukukan, salah satunya saat membendung sepakan 12 pas pemain lawan.

Satria tampil tak ubahnya seorang ksatria di medan pertempuran. Getirnya badai serangan Putra Tangerang bukan jadi alasan untuk cepat-cepat mengibarkan bendera putih.

"Ini laga dengan performa terbaik yang saya jalani selama di IJL. Alhamdulillah, sudah cukup puas," ujar Satria.



"Sejujurnya badai serangan Putra Tangerang tidak membuat saya kaget, karena memang sudah terbiasa diserang," tambah Satria tak kuasa menahan tawa.



Bisa karena terbiasa. Soal keberhasilan menepis tendangan penalti, Satria juga mengaku tak punya resep khusus.

"Apa ya kuncinya? Tidak ada sih, cuma lihat dan fokus ke arah bolanya saja," terang Satria seraya tersenyum.

"Oh iya, pastinya dengan berlatih keras juga. Kemarin banyak kebobolan jadi dapat banyak pengalaman," tutur Satria yang sebelum menjadi penjaga gawang melakoni peran sebagai penyerang tersebut.



Di Grup B Phenomenon, B24HABS memang jadi tim yang paling banyak memungut bola dari gawangnya sendiri. Tercatat sampai saat ini sudah ada 48 gol bersarang.

Satria sendiri meyakini tak selamanya awan kelabu mengitari induk pertahanan B24HABS. Percaya, habis gelap terbitlah terang.

"Paling banyak pas lawan Garuda Junior dan Ocean Stars, saya harus memungut bola enam kali dari gawang. Tidak ada penyesalan sih jadi kiper, apalagi sampai trauma. Dijadikan bahan motivasi saja," tegas Satria.

"Benar-benar lega rasanya hari ini. Meski kalah setidaknya bisa ke luar lapangan dengan membawa senyuman," tutur fans berat Gianluigi Buffon tersebut.




  • Tags