Sayap-sayap Patah Garuda Junior

by admin on 5 months ago




IJL.Com- Kekuatan Garuda Junior terancam timpang saat bentrok kontra Satria Muda FA. Melawan arah angin, daya tahan Ervin Suardani dan kawan-kawan mendapat ujian mahaberat.

Perlahan tapi pasti, Garuda Junior mulai meramaikan tabel papan atas klasemen IJL U-13 Grup Phenomenon. Kemenangan atas Indonesia Muda Utara di laga terakhir membuat tim yang bermarkas di Kota Tangerang itu melejit hingga rangking keenam.

Peluang untuk lolos ke fase knock-out kini bukan lagi sekadar isapan jempol. Gairah tinggi tengah membakar tim asuhan Dodi Nugroho.

Namun Garuda Junior tidak boleh terlalu larut dalam euforia. Sabtu nanti di pekan ke-19 IJL U-13, Satria Muda FA sudah siap merusak mimpi indah Ervin Suardani dan kawan-kawan.

"Jadwal yang sangat menggembirakan untuk anak-anak, mereka senang sekali akan jumpa Satria Muda. Antusiasmenya sangat besar," ujar Dodi.



"Respect untuk Satria Muda. Disana ada pelatih yang cukup saya kenal dekat, Bakti Rosdianto. Sosok yang sangat handal meracik strategi," sambung Dodi seraya tersenyum.



Sayangnya Dodi harus absen mendampingi anak-anak Garuda Junior. Bukannya tanpa alasan, ada tanggung jawab pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan.

Selain itu, Garuda Junior juga terancam tidak diperkuat barisan pemain andalannya yakni Satria Putra Agata dan Ubaydillah. Padahal dalam beberapa pertandingan terakhir, keduanya benar-benar menjadi sosok sentral di atas lapangan.

Agata adalah bomber yang sudah lama dinantikan Garuda Junior. Sejauh ini sudah ada tiga gol disumbangkan penyerang yang gaya permainannya disebut-sebut mirip dengan bomber Persija Jakarta, Marko Simic tersebut.

Ubay, tak kalah jadi fenomena. Gelandang pekerja keras yang baru saja mencetak gol spektakuler ke gawang Indonesia Muda Utara. Gennaro Gattuso versi Garuda Junior.

"Dengan tidak adanya Agata dan Ubay praktis Garuda Junior akan bermain lebih kepada passing-passing pendek," terang Dodi.





"Kemungkinan besar Ervin akan ditarik menjadi penyerang murni, ciri khas Garuda Junior memanfaatkan lebar sayap bisa jadi lebih dimodifikasi lagi," tambah pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah tersebut.



Di pinggir lapangan nanti, Garuda Junior sendiri akan ditangani sang pendiri, Fernando A Yohanes. Dodi sendiri yakin seniornya tersebut punya trik ampuh meredam Satria Muda.

"Saya yakin coach Nando tidak akan tinggal diam. Ia pasti punya strategi khusus untuk meredam Satria Muda," tegas Dodi.



"Catatan yang saya pegang untuk Satria Muda ada di sisi sayap dan lini belakang mereka. Disana ada Fajri Zaldiansyah, bek dengan kaki kidal dengan eksekusi bola mati yang sangat bagus," sambung Dodi.

"Akan sangat seru di atas lapangan nanti saat Ervin berhadapan dengan Fajri. Tapi saya yakin Ervin bisa mengatasi kesulitan yang ia hadapi," tambah sang allenatore.





Dodi sendiri berharap anak-anak asuhnya bisa membawa kabar baik akhir pekan nanti. Ya, misi untuk lolos ke fase knock-out masih belum usai.

"Mereka masih terkejut melihat tabel klasemen. Anak-anak akan bermain total dan mati-matian untuk mengamankan posisi, pastinya hal tersebut bisa dimulai saat melawan Satria Muda," pungkas Dodi.



  • Tags