Tergabung di Grup Neraka, Cipta Cendikia FA Siap 1000 Persen




IJL.Com- Naik pentas di kompetisi IJL Mayapada U-13, Cipta Cendikia Football Academy (CCFA) menjanjikan semangat berbeda. Chemistry antar individu pemain jadi kunci utama sang juru taktik.

Sama seperti tim debutan lainnya, CCFA sudah tidak sabar menikmati panggung besar Indonesia Junior League. Datang dari Cibinong, Kabupaten Bogor, tim yang juga merupakan institusi pendidikan ternama tersebut enggan unjuk gigi dengan wajah seadanya.

Sang pelatih, Hendri memang meyakini timnya tidak cukup tampil dalam kondisi 100 persen jika ingin mendulang hasil positif. Jangan heran, CCFA akan tampil dalam semangat berbeda.

"Persiapan CCFA sejauh ini sudah cukup baik karena mereka selalu latihan bersama dan menunjukan antusiasme luar biasa," ungkap Hendri.



"Kesiapan anak-anak selalu 100% karena mereka ingin main dengan semangat 1000%, yang artinya pertandingan perdana di IJL memang sudah sangat ditunggu-tunggu. Bahkan ada satu pemain tidak sabar mengukur kekuatan lawan-lawannya, mereka memang ingin selalu tampil lebih baik dimulai dari proses latihan hingga di dalam sampai luar lapangan," sambung Hendri.



Nantinya, CCFA akan mengirimkan 18 pemainnya untuk berlaga di IJL Mayapada U-13. Terbilang ramping memang yang disebut Hendri adalah komposisi terbaik timnya saat ini.

Pun jika sudah bicara soal chemistry antar pemain. Tinggal dalam satu asrama yang sama membuat M Raffa Rolly Casillas Yasin dan kawan-kawan punya ikatan emosional cukup erat.

"Insya Allah, saya rasa sementara ini 18 nama cukup karena selalu latihan bersama dan bertanding dengan jumlah pemain yang sama. Sejauh ini per lini sudah ada diisi oleh pemain-pemain yang terbaik di usianya, hanya saja sekarang masih proses pematangan taktinal individu, kelompok dan tim," terang Hendri.


"Pastinya, karena kedekatan mereka yang tinggal dalam satu atap maka chemistry akan terbangun dengan sendirinya. Di CCFA, kita sangat-sangat menerapkan sistem kekeluargaan antar manajemen, guru, pelatih, dan crew-crew lainnya," sambungnya seraya tersenyum.



Hendri juga menambahkan sampai detik ini dirinya masih belum bisa meraba betapa dahsyatnya peta kekuatan di Grup Sensation. Bukannya malas mengorek kekuatan tim lawan namun fokus menggali kilau potensi anak asuhnya menjadi alasan utama.

Sebagai pelatih, dirinya memang tak mau gegabah. Ia menyadari dengan porsi 18 pemain bukan hal mudah untuk selalu turun dengan kondisi terbaik tiap pekannya. Enggan menutup mata, rotasi tetap jadi agenda yang tidak bisa ia hindari. Faktanya sesuai hasil drawing, CCFA masuk di grup "neraka".

"Kalau buat persaingan kebetulan saya tidak pernah membayangkan. Yang jadi pikiran saya saat ini bagaimana jam bermain anak-anak CCFA bisa saya atur dengan baik tetapi tetap dengan komposisi tim terbaik," tandas Hendri.






  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa