Tetes Keringat BMIFA dari Hulu ke Hilir

by admin on 2 weeks ago




IJL.Com- BMIFA tidak pantas berkecil hati meski gagal mengantongi tiket ke fase champions 16 Besar IJL U-9. Habis-habisan, pantang pulang sebelum padam.

Bermain lima laga sekaligus dalam satu hari tentunya bukan hal yang mudah untuk tim manapun. Tidak hanya soal fisik, mental pun begitu disita. 

Seperti yang dialami oleh BMIFA. Pada laga pekan ketujuh IJL U-9, Minggu (1/9), tim asal Kota Tangerang tersebut harus rela "dikepung" D'Joe FC, Pelita Jaya Soccer School, Metro Kukusan, Pro: Direct Academy dan terakhir Ragunan Soccer School.

Sebelum peluit kick-off laga pertama dimulai, BMIFA sendiri masih punya kesempatan untuk lolos ke fase champions 16 Besar jika mampu menyapu bersih lima laga sekaligus. Tak pelak, mereka bermain penuh gairah tinggi kala bentrok dengan tim papan atas, D'Joe FC. 

D'Joe yang dikenal sangat sadis mengoyak jala gawang lawan tidak membuat anak-anak BMIFA ciut. Di akhir laga, D'Joe hanya mampu mencetak gol semata wayang.



Tiga laga selanjutnya, Firdaus Nur dan kawan-kawan menyerah di tangan Pelita Jaya Soccer School, Metro Kukusan dan Pro: Direct Academy. Namun sekali lagi, BMIFA tetap tampil dengan penuh gairah tinggi. Mandi keringat berselimut terik matahari rela mereka jabani.





Di akhir laga penutup, BMIFA tak mau pulang dengan kepala tertunduk. Pelampiasan energi ditebar kala jumpa Ragunan Soccer School. Berjuang dengan rasa bangga demi memperbaiki posisi di tabel klasemen, tiket fase champions 16 Besar yang melayang tak diambil pusing.

Habis-habisan, BMIFA tampil kesetanan. Pantang pulang sebelum padam berbuah senyum di ujung pertandingan.

Kemenangan dipetik BMIFA atas Ragunan dengan skor tipis 1-0 lewat gol Satrio Bagus. Seperti mata air di tengah padang gurun, anak-anak-anak BMIFA sudah membuktikan di atas rumput hijau tidak ada tetes keringat yang jatuh sia-sia.

"Soal hasil di papan skor sejujurnya tidak puas terutama di tiga laga pertama, seharusnya kami bisa memetik hasil imbang toh anak-anak kalah hanya kemasukan satu gol saja. Pertandingan keempat tidak dipungkiri tenaga kami mulai menipis. Ya obatnya hanya beri suntikan motivasi tapi memang sudah terlanjur lelah," ujar sang pelatih, Amsori.



"Tapi akhirnya saya dan anak-anak bisa pulang dengan gembira karena bisa unggul atas Ragunan Soccer School. Ya seperti pelepas dahaga, makanya setelah laga usai orangtua murid merayakannya dengan sesi foto-foto. Secara keseluruhan  perjuangan  mereka betul-betul buat saya bangga," tambah Amsori.





Penyataan Amsori diamini oleh manajer BMIFA U-9, Idham Kholid. Meski gagal mengantongi tiket fase champions 16 Besar, daya juang anak-anak Sangego, Kota Tangerang sudah begitu membuat banyak orang angkat topi.

"Saya terharu dan bangga dengan perjuangan anak-anak apapun itu hasilnya. Kuncinya hanya memberikan mereka siraman motivasi kalau mau meraih hasil maksimal ya caranya hanya berlatih dengan keras dan cerdas. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih untuk orangtua siswa yang selalu hadir menjadi pemantik daya juang anak-anak di atas lapangan apalagi psikologis pemain sempat menurun setelah empat kekalahan beruntun," ujar Idham.



"Di laga terakhir melawan Ragunan, saya dan pelatih coba membakar kembali semangat skuat BMIFA. Cooling down, saya ajak mereka semua ke masjid shalat bareng, pikiran menjadi tenang dan akhirnya anak-anak menikmati kemenangan di penghujung hari yang melelahkan," tandas Idham seraya tersenyum.



Di akhir klasemen Grup Phenomenon, BMIFA sendiri menempati posisi ke-12 dengan raihan 25 poin dari 14 laga. Selanjutnya, aksi Satrio Bagus dan kawan-kawan dapat disaksikan lewat kategori plate cup IJL U-9 yang tentunya tidak kalah prestisius.



  • Tags