Tobias Manuel; Terlalu Manis untuk Dilupakan




IJL.Com- Bagi Tobias Manuel Marisi Situmeang gelaran Indonesia Junior League bukan hanya soal kompetisi sepak bola di atas rumput hijau. Ada ikatan tali emosional sangat erat, musim depan saatnya kembali untuk lebih kuat.

Nama Tobias Manuel sudah tidak lagi terdengar asing untuk tim komite pemain IJL. 2017 lalu saat masih berseragam Tik Tak Football First U-11, panggilan skuat IJL All Stars pernah mendarat untuk dirinya.










Masih berbekas dalam ingatan bagaimana kokohnya Tobias sebagai jenderal lini belakang Tik Tak. Karakteristiknya sebagai seorang pemimpin ditempa di atas rumput hijau.


2019, Tobias naik kelas, bukan lagi berseragam Tik Tak namun kini membela bendera Pro: Direct Academy. Tak ada yang berubah, kegemarannya "menjegal" penyerang lawan masih terus ia pertahankan.

"Tobias bergabung sewaktu tim PDA sudah terbentuk, tapi dia sangat dewasa untuk berani memulai adaptasi. Mendengar arahan dari rekan senior dan terutama pelatihnya," ujar sang ayah, Pahala Situmeang.



"Puji syukur dia bisa mendapat tempat utama mulai dari skuat U-11, kemudian U-12 dan kini di U-13," tambah Pahala 



Di IJL U-13, performa PDA yang naik turun bak yoyo praktis membuat Tobias harus rela timbul-tenggelam. Namun komitmennya untuk berjuang sampai titik keringat penghabisan membela panji Si Merah-Hitam patut diberi acungan jempol. 

Layaknya seorang prajurit, tidak ada istilah balik kanan bagi seorang Tobias. Meninggalkan jejak lewat sebuah medan laga adalah sebuah kebanggaan yang amat sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Tobias memang gagal mengantarkan PDA melanjutkan langkah ke fase knock-out namun tidak ada sama sekali raut wajah kecewa dari sang ayah. Yang ada hanyalah rasa bangga yang makin sulit untuk disembunyikan.

"Yang utama tentu komitmennya dari pekan pertama sampai terakhir dimana Tobias tidak pernah absen membela PDA," ujar Pahala.





"Saya bangga dia bisa kerja keras dan jatuh bangun bersama timnya untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ya meskipun pada akhirnya langkah PDA harus terhenti di babak penyisihan grup tapi semangat pantang menyerah Tobias sudah lebih dari cukup," tambah Pahala yang mengaku adalah fans berat Liverpool.




Pahala sendiri punya dua laga favorit selama Tobias membela PDA. Salah satunya di pekan ke-15 saat berhadapan dengan Tajimalela FA hingga berbuah label barisan pemain terbaik untuk buah hatinya tersebut.

"Ada dua pertandingan favorit sebenarnya yakni saat melawan Serpong Jaya dimana tanpa diduga PDA bisa menang telak 3-0 padahal saat itu posisinya ada jauh di bawah tim lawan. Kekurangan materi pemain di bangku cadangan membuat Tobias dan kawan-kawannya harus berjibaku mempertahankan keunggulan dan catatan clean-sheet," kenang Pahala.



"Satu lagi saat laga kontra Tajimalela FA, PDA saat itu menyerah 1-0 tapi saya bangga dengan Tobias yang benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin. Ujungnya ia dapat masuk dalam ketatnya barisan pemain terbaik pekan ke-15. Sangat membanggakan sekali," tutur Pahala lagi.



Dari penuturan Pahala, Tobias sendiri nampak sudah tidak sabar untuk kembali berlaga di gelaran IJL U-13 season 2019/2020. Bukan tidak mungkin dirinya akan mencoba dengan tim baru demi menempa banyak ilmu.

"Hari-harinya selalu diisi dengan IJL terutama video rekaman pertandingan yang selalu ia putar ulang-ulang. Pastinya, Tobias masih berharap bisa main di season depan," tutup Pahala.



  • Tags