Tunas Gunung Putri Bersusah Payah Mendayung Gairah




IJL.Com- Pelatih Tunas Gunung Putri U-9, Iman Paturohman mengaku selama anak-anak asuhnya menjalani sesi latihan di rumah saja bukannya tanpa kendala. Ada gairah yang wajib terus didayung agar tak hilang ditelan ombak.

Terhitung dua minggu sudah anak-anak Tunas Gunung Putri U-9 tidak mencium aroma rumput hijau. Pasalnya, kebijakan PPKM Darurat yang digalakkan Pemerintah membuat program latihan Chevan Abid dan kawan-kawan kudu menepi sementara waktu. 

Meski demikian, Iman Paturohman selaku sang pelatih tak bisa berpangku tangan. Dihadang keterbatasan, memanfaatkan arus teknologi jadi pilihan. 

"Sudah dua minggu rutinitas kegiatan SSB di seluruh Kabupaten Bogor diliburkan, kami juga tidak ingin memaksakan karena takut dapat teguran dari dinas terkait," ujar Iman.



"Tapi ya tetap kondisi anak-anak harus terus dijaga. Ada pekerjaan rumah untuk semua pemain yang saya kirimkan melalui video. Namun memang bukan tanpa kendala seperti laporan dari orangtua yang anaknya tidak mau latihan sendiri, ya mungkin karena sudah terbiasa di lapangan bareng dengan teman-teman setimnya," ujar Iman. 



Meski demikian, Iman enggan kehabisan akal untuk memompa gairah anak-anak asuhnya. Tabuh genderang babak Champions 8 Besar sudah terbayang-bayang. 

Seperti diketahui, Tunas Gunung Putri berhasil menginjakkan kakinya di babak 8 Besar Champions alias fase perempatfinal usai mengunci label runner-up Grup B 16 Besar. Sudah pasti, langkah yang sudah begitu jauh ogah disia-siakan begitu saja. 

"Sebisa mungkin antusiasme anak-anak harus tetap terjaga. Aura babak Champions 8 Besar saya akui membantu semangat itu tetap ada," tegas Iman. 



"Aura kompetisi makin seru dan panas yang membuat gairah anak-anak tetap ada," sambung Iman seraya melempar senyum. 



Di babak Champions 8 Besar, Tunas Gunung Putri bakal berhadapan dengan FIFA Farmel. Status tim lawan yang belum terkalahkan sejak babak penyisihan grup tak lantas membuat Iman dan pasukannya jadi ciut nyali. 

Bukan gelaran IJL namanya jika sepi dari kejutan. Menekuk Farmel demi mengantongi tiket semifinal jelas jauh dari anggapan mission impossible. 

"Memberikan siraman motivasi sekarang begitu sangat penting di tengah kondisi program latihan anak-anak yang terpaksa harus berhenti. Saya ingin yakinkan ke semua pemain kalau latihan di rumah adalah bagian dari persiapan menghadapi Farmel juga," tegas Iman. 

"Status tim debutan membuat kami menjadi jauh lebih semangat.  Intinya kami yakin bisa lolos ke semifinal, Insya Allah sampai ke partai puncak," tandas Iman. 




  • Tags