Ujian Mental untuk Pelatih Muda M'Private Soccer School U-9




IJL.Com- Laga bak partai final akan dilakoni M'Private Soccer School U-9 kontra ASTAM pada akhir pekan nanti. Pelatih M'Private, Aditya Nanda Saykada mengaku sudah siap uji mental di pinggir lapangan nanti.

Pekan kesembilan IJL Mayapada 2018 dipredksi akan berjalan sengit sekaligus menegangkan. Hal itu berkaca dari masih tersisanya empat tiket demi melaju ke babak play-off 12 Besar.

M'Private SS jadi salah satu tim yang masih berburu tiket emas tersebut. Saat ini tim asal Cileungsi itu masih ada di peringkat ketujuh klasemen sementara Grup A Phenomenon dengan raihan 19 poin. Belum cukup untuk lolos ka fase 12 Besar karena syarat terakhir tiap kontestan harus ada di rangking keenam.

Menariknya pada akhir pekan nanti, tim yang dihadapi M'Private SS adalah tim yang kini nangkring di posisi keenam yakni ASTAM. Jelas, ada label laga "final" di balik pertemuan kedua tim ini.

"Ya, mau tidak mau kalau ingin ke babak play-off maka poin penuh harus didapat," ucap head coach M'Private SS, Mulyadi.



"Hal ini memang tidak lepas dari dua kekalahan mengejutkan yang kami alami di pekan sebelumnya. Tapi saya cukup mengerti karena kebetulan kiper utama kami absen karena sakit, alhasil ada pemain lain yang terpaksa jadi penjaga gawang bahkan sampai nangis karena tidak ada yang mau," beber Mul.





Sama seperti di pekan sebelumnya, Mul sendiri memang tidak akan turun tangan langsung meski kondisi M'Private SS bisa dikatakan sedang terjepit. Iya tetap berpegang teguh pada regenerasi di bangku kepelatihan yang selalu dikumandangkan sejak awal kompetisi.

"Saya hanya memberi motivasi saja saat latihan terakhir Jum'at sore tadi. Tetap yang pegang tim yaitu coach Aditya. Insya Allah, dia bisa bawa anak-anak tampil maksimal hingga berbonus poin penuh," tegas Mul.



Aditya sendiri sampai latihan terakhir kemarin masih terus memutar otak menemukan ramuan terbaik pasca kekalahan dari Serpong City dan Maesa Cijantung. Merombak beberapa posisi pemain di atas lapangan jadi kebijakan yang ia pilih.

Tidak hanya soal pemain sebetulnya. Dukungan pemain ke-10 alias suporter di pinggir lapangan juga ia harapkan terus mengalir tanpa henti.

"Persiapan kami di IJL akhir pekan nanti sangat ekstra hati-hati sekali. Maksudnya kita mencoba beberapa posisi anak-anak yang seharusnya di posisi gelandang misalkan kita pindah ke central back atau sebaliknya agar  nantinya mereka bisa mengerti posisi dan tugasnya masing-masing," beber Adit.



"Saya selaku pelatih dari U-9 melihat anak-anak sudah kembali semangat untuk mengejar kemenangan kembali di laga yang krusial nanti, karena kita butuh kemenangan sekali lagi untuk lolos ke babak selanjutnya. saya yakin mereka bisa memberikan yang terbaik, karena orangtua juga sudah sangat peduli kepada kesehatan anak-anaknya," cetus mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta tersebut.







Laga kontra ASTAM ini sepertinya memang bisa menjadi ujian mental yang baik untuk pelatih muda seperti Aditya. Apalagi di kubu lawan ada juru taktik dengan segudang pengalaman seperti Teguh Purwanto. Motivasi pribadi pun ada dalam genggaman tangannya.

"Sangat-sangat menjadi ujian mental kepada saya secara pribadi, karena baru pertama kali turun untuk melatih anak-anak dan membawa mereka bermain di kompetisi yang sangat bergengsi ini yaitu Indonesia Junior League. Saya harap kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi bahkan bisa melebihi orangtua saya sendiri yaitu coach Mulyadi," tegas pria berusia 19 tahun itu.





  • Tags