Waspadai Juan Nasri, Pelatih All Star Galapuri Tepis Drama Adu Penalti


IJL.Com - Pelatih All Star Galapuri, Yulianto Tri Gunawan sadar betul ancaman yang ada di depan mata anak-anak asuhnya saat jumpa Salfas Soccer di babak Final Plate IJL U-9. Alarm sudah kencang berbunyi.

All Star Galapuri lolos ke babak Final Plate IJL U-9 dengan susah payah. Perjuangan ekstra kerja keras harus mereka tuangkan demi menyudahi perlawanan BMIFA.

Drama adu penalti jadi penentu keberhasilan All Star Galapuri setelah di waktu normal sampai babak perpanjangan waktu, laga ditutup dengan hasil kacamata. Jelas, ada banyak sekali catatan evaluasi mendalam dikantongi Runako Zico dan kawan-kawan.

"Kalau secara total dari segi permainan tim sebenarnya saya sudah cukup puas karena Runako Zico dan Attila Nararya sudah mampu menjalin tugasnya dengan sangat baik disokong rekan-rekan setimnya yang lain," ujar Tri.

"Tapi sayang penyelesaian akhir kami masih kurang bagus, masih sama seperti laga-laga sebelumnya. Ada beberapa peluang emas terbuang," tambah Tri.

Di laga final Plate IJL U-9 versus Salfas, Tri berharap "demam panggung" anak-anak asuhnya di dalam area kotak penalti tim lawan bisa sirna. Menutup laga lewat waktu normal menurutnya akan jauh lebih "melegakan".

"Saya banyak belajar saat melawan BMIFA, bagaimana pertandingan mampu kami kuasai tapi tidak ada juga kunjung gol tercipta," jelas Yuli.

"Ya, betul sekali, kalau boleh jujur, saya ingin sekali menghindari drama adu penalti di babak final esok," ujar Yuli.

Tidak hanya sibuk membenahi isi dapurnya, bukan Yuli namanya jika tidak ambil kesempatan mengintip "rumput tetangga". Sedikit banyak, kekuatan Salfas pun sudah ia kantongi.

Satu pemain Salfas sudah jadi "bidikan" Yuli dan anak-anak asuhnya. Tidak lain tidak bukan dia adalah Juan Muhammad Nasri.

Juan sendiri adalah pahlawan kemenangan Salfas di babak semifinal Plate saat jumpa Serpong Jaya. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti tidak mampu ditahan kiper Black Panther.

Selain punya insting gol mumpuni, karakter Juan sebagai striker yang dikenal ngotot nan ambisius juga cukup merepotkan benteng pertahanan tim lawan. Praktis ini jadi tugas Attila Nararya membendung serangan balik Salfas kalau tidak mau bernasib sama seperti Serpong Jaya.


Ga ada Juan, Ga rame. Mungkin begitu kira-kira gambaran etos kerja pemain bernomor punggung 27 tersebut. 12 kali mencatatkan namanya di papan skor jadi bukti betapa bahayanya sang juru gedor.

"Sudah pasti, saya intip gaya permainan Salfas lewat video rekaman pertandingan di YouTube IJL. Yang paling diwaspadai? Jelas, Juan Muhammad Nasri," tandas Yuli.

Pelatih Salfas, Aris Munandar sendiri paham betul Juan akan jadi buruan utama pemain All Star Galapuri. Meski demikian, Aris tak mau ambil pusing.

"Sudah tidak aneh kalau Juan yang akan jadi buruan utama. Di satu sisi, hal tersebut tentunya membuat kami harus berupaya main lebih kolektif," ujar Aris.

"Mau tidak mau, itu risiko yang harus dihadapi Juan. Tapi saya juga menuggu kejutan rekan duet Juan yaitu Haifz," tandas Aris.

  • Tags