4-4-2 Jadi Kunci Indonesia Muda Utara




IJL.Com- Pekan kelima IJL Mayapada U-13 Grup Phenomenon, Indonesia Muda Utara (IMUT) bisa jadi tim dengan karakter pertahanan terbaik. Keraguan memudar, patron 4-4-2 jadi kunci.

Penampilan spartan IMUT berbuah manis. Taring Serpong Jaya dibuat tumpul seketika, satu poin mampu dibawa pulang tim asuhan Mario Agustinus Lalumedja tersebut.

Mario sendiri tidak ragu angkat topi melihat performa anak-anak asuhnya di atas rumput hijau. Ia juga menambahkan ada motivasi lebih dari pemain IMUT untuk membuat jantung pemain Serpong Jaya berdegup lebih kencang.

"Para pemain benar-benar menjalankan instruksi saya dengan baik. Mereka sangat spartan, jangan lupa kami termotivasi memberi kejutan untuk Serpong Jaya yang saat itu sedang menguasai puncak klasemen," ujar Mario.



Bisa dibilang, penampilan IMUT memang jauh meningkat drastis dibanding dua laga awal saat jumpa Ragunan Soccer School dan Pro: Direct Academy. Visi bermain Satria Pamungkas dan kawan-kawan lebih terlihat dengan jelas.

Dari sektor tengah ke belakang misalnya, tidak ada lagi rasa gugup saat tim lawan melakukan serangan frontal. Karakteristik bertahan IMUT kini benar-benar laksana sebuah tembok tebal nan berlapis. Cukup alot untuk dikelabui.

Mario sendiri mengakui ada revolusi strategi dan juga taktik yang ia lakukan saat laga kontra Serpong Jaya. 4-4-2 adalah kuncinya.

"Sejujurnya kemarin saya agak gambling, mengubah formasi 4-3-3 menjadi 4-4-2. Itu sebenarnya kunci bisa menahan Serpong Jaya," ungkap Mario.





"Dengan menaruh empat gelandang, lini belakang menjadi aman dari serangan langsung tim lawan. Bek dan kiper kami juga jadi lebih tenang. Ini hanya masalah taktik dan strategi saja yang kebetulan dijalankan dengan baik oleh anak-anak," sambung Mario.





Faktanya sebelum kompetisi IJL Mayapada U-13 dimulai, Mario mengatakan sektor lini belakang adalah titik yang masih harus banyak ia benahi. Berkaca dari laga kontra Serpong Jaya nampaknya obat manjur sudah ditemukan.

"Ini masalah taktikal. Ada beberapa pemain yang saya geser ke lini belakang, dan ternyata sangat pas di posisi tersebut. Selama satu minggu ke belakang kami benar-benar melatih skema tersebut," ujarnya.



IMUT sendiri saat ini masih berada di peringkat ke-12 klasemen sementara Grup Phenomenon. Masih ada 10 laga tersisa yang harus dimaksimalkan sebaik mungkin jika ingin merah tiket ke fase knock-out.

"Saya tetap mempunyai keyakinan, selalu optimis. Setidaknya saya telah memberikan kesempatan untuk anak-anak merasakan atsmofer suatu kompetisi. Kami berusaha sebaik mungkin agar peluang ke fase knock-out bisa terus terjaga," tegas Mario.



"Dan kami banyak belajar dari IJL. Terutama saya sebagai pelatih bisa melihat kekurangan dan kelebihan tim kami sendiri maupun lawan dari video rekaman pertandingan. Ini sangat membantu sekali," pungkas pria berkumis tebal itu.





  • Tags