Ali Yusuf Wardana Sampai Kehabisan Kata-kata




IJL.Com- Ali Yusuf Wardana tampil sebagai aktor protagonis keberhasilan D'Joe United U-13 memutus rekor tanpa kekalahan Ocean Stars. Kehabisan kata-kata, ogah tenggelam dalam euforia semata.

Tiket fase knock-out 16 Besar Indonesia Junior League U-13 dari Grup B Phenomenon berhasil diamankan anak-anak D'Joe United. Berjumpa dengan Ocean Stars, poin penuh berhasil didulang tim besutan Jojo Juwarno tersebut.

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Ya, selain memastikan langkahnya ke fase bergengsi, kemenangan yang dipetik D'Joe sekaligus memutus rekor tanpa kekalahan Ocean Stars selama delapan laga.

Prosesnya pun terbilang dramatis. Seperti diketahui, D'Joe sempat tertinggal terlebih dahulu melalui aksi tendangan spekulasi bek Ocean Stars yakni Ergun Firlansyah. 

Memasuki interval kedua, dimotori Ali Yusuf Wardana, D'Joe  bermain "kesurupan'. Hasilnya, skor 2-1 berhak dibawa pulang.



Meski tidak mencatatkan nama di papan skor, peran Ali bisa dinilai sangat vital nan krusial. Kreativitas sekaligus idenya memupuk tumbuh kembang serangan D'Joe membidani gol-gol yang dicetak Muhammad Aji Kurniawan dan R Arjuna. 

Ali mampu memposisikan dirinya bukan hanya sebagai mesin gol namun juga tumpuan lini gempur D'Joe. Tidak dilayani, namun justru mengayomi. 

"Alhamdulillah, ada kepuasan tersendiri bisa mengalahkan tim sehebat Ocean Stars. Penampilan semua rekan-rekan setim pokoknya mantap betul lah," ujar Ali dengan nafas tersengal-sengal.



"Menurut saya, ini penampilan terbaik D'Joe selama berlaga di IJL. Saya sudah kehabisan kata-kata lagi," tutur Ali seraya tersenyum lepas.



Mengenai peluang di fase knock-out 16 Besar dimana D'Joe akan bersua dengan SSB GRT, Ali sendiri enggan terlalu banyak sesumbar. Ada pasal, panasnya atmosfer IJL menuju puncak singgasana bukan hal asing lagi untuknya.

Pengalaman di musim 2018 saat masih berseragam CISS U-11 masih terekam dalam memori Ali. Berhasil mengantarkan timnya sampai ke babak Champions, namun apa daya hantaman keras badai kompetisi membuat CISS lebih cepat keluar dari peta persaingan.

"Babak Champions dan fase knock-out 16 Besar saya rasa atmosfernya mirip, lebih panas dibanding penyisihan grup. Pengalaman musim 2018 membuat saya sadar persaingan akan semakin ketat jadi ya butuh kerja lebih keras," ujar Ali.



"Apalagi kan ada jeda kompetisi karena masa puasa jadi harus ada komitmen buat disiplin latihan dan jaga kesehatan termasuk pola makan supaya stamina tidak kedodoran pas bertanding lagi," pungkas Ali.




  • Tags