Atmosfer Persaingan Kian Ketat, Pelita Jaya U-11 Bak Sedang Naik Roller Coaster

by admin on 1 year ago




IJL.Com- Pelita Jaya Soccer School perlahan sudah mulai mencium aroma ketatnya persaingan di kompetisi IJL Mayapada 2018 (U-11). Berlaga di pekan ketiga kemarin, mereka bak sedang naik roller coaster.

Pelita Jaya jadi salah satu tim yang harus mengawali pekan ketiga IJL Mayapada 2018 dengan tidak mudah. Seperti diketahui, pada laga dua Minggu lalu di partai pembuka mereka harus menelan kekalahan dari CISS Soccer Skill (1-2).

Hal itu diakui pelatih Pelita Jaya, Dede Firmansyah bukan hal mudah. Mental anak asuhnya bahkan ia akui sempat drop.

"Tidak mudah memang mengawali sebuah kompetisi dengan hasil yang sedikit minor terutama dalam hal membangkitkan mental anak-anak," beber Firmansyah.



"Tapi pelan-pelan kami perbaiki saat proses latihan dan sebagai pelatih saya sangat terbantu dengan video rekaman pertandingan yang selalu diupload di Youtube Indonesia Junior League," sambungnya.





Proses yang dilalui memang lambat laun berjalan cukup efektif. Di pekan ketiga kemarin, Pelita Jaya mampu meraih hasil cukup memuaskan. Pada laga perdana, Sparta 1979 mampu mereka bungkam 2-1 meski di partai selanjutnya, anak-anak Sawangan harus puas berbagi angka dengan SS Gagak Rimang.

"Bicara dari segi permainan, saya cukup puas karena apa yang didapat saat latihan bisa diaplikasikan di atas lapangan tadi," ujar Firman.





"Anak-anak sudah bermain sangat maksimal," tambahnya.



Hasil roller coaster di pekan ketiga itu memang membuat Firman makin punya bayangan soal tantangan yang akan dihadapi tim asuhannya untuk laga-laga ke depan. Di Grup A Phenomenon saja, ia menyebut ada mission impossible diemban Pelita Jaya.

"Grup A ini sangat berat sekali. Mau tidak mau, kita harus kerja keras lagi jika ingin melangkah lebih jauh. Semuanya dimulai dari proses latihan," ujarnya.





Meski demikian, atmosfer kompetisi bak naik roller coaster yang dirasakan Pelita Jaya itu bukannya tidak berbuah manis. Satu pemain andalan mereka yakni Afwan Fadillah perlahan terus menunjukkan kelasnya.

"Fadil ini memang sudah lama gabung di Pelita Jaya. Ia punya kaki kiri murni yang sangat baik sekali dibantu karakternya yang mau kerja keras. Kidalnya begitu istimewa bisa dilihat beberapa kali di pertandingan tadi," ujar Firman.



"Tapi saya baru beri nilai dia tujuh di pekan ketiga ini, artinya ia bisa lebih baik lagi. Saya harus terus memantau dia saat proses latihan, kaki kirinya sebuah aset berharga ke depannya," tandas sang pelatih.


  • Tags