CISS Bawa Dua Jimat




IJL.Com- CISS Soccer Skill ogah jadi bulan-bulanan ASTAM. Bermain sore hari ditunjang sosok Muhammad Arief Firmansyah bisa jadi jimat keberuntungan.

Laga imbang kontra BMIFA menjadi pelajaran berharga untuk anak-anak CISS. Faktanya, ada sedikit "klenik" yang perlahan mulai terungkap.

Di laga tersebut, tim asuhan Dedi Suryaman memang terlalu banyak membuang peluang emas. Bahkan mereka sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum disamakan lewat tendangan bebas menawan Muhammad Arief Firmansyah.

"Kontra BMIFA adalah pelajaran berharga buat kami, seperti biasanya siswa saya tidak terbiasa main pagi," ungkap Dedi.



"Tapi saya salut dengan anak-anak, mereka main penuh semangat meski banyak peluang emas terbuang percuma. Insya Allah, Minggu nanti melawan ASTAM hasilnya akan lebih maksimal," sambung Dedi.





Yang menarik, laga kontra ASTAM akan dimainkan sore hari tepatnya pukul 15.30 WIB. Disinilah perkataan Dedi bisa diuji seutuhnya.

Tuah bermain sore hari memang pernah mengguyur CISS dengan aroma poin tiga saat jumpa Java Soccer Academy (8/12/2018) . Di atas lapangan saat itu, Bayu Dasa Perkasa dan kawan-kawan tampil begitu on-fire.

"CISS berlatih sore hari jadi mereka sudah terbiasa dengan atmosfer seperti itu, sebelum bertanding banyak waktu luang untuk istirahat," ujar Dedi.





"Ya sebenarnya hanya lebih pada faktor fisik juga," sambung Dedi.



Meski demikian Dedi sadar tidak boleh sepenuhnya terlalu bergantung pada faktor non-teknis. Selebihnya di atas lapangan kontra ASTAM adalah uji mental untuk tiap pemainnya.

ASTAM sendiri datang dengan modal mewah sebelum jumpa CISS. Seperti diketahui di pekan sebelumnya, Sava Fiprian Cs baru saja melibas Brazilian Soccer School (5-0).

Perlahan tapi pasti, lini depan ASTAM juga mulai rajin menebar teror. Tridente Sava Fiprian-Reza Wahyu Hidayat-Alvin Alfareza sudah jadi hantu menakutkan untuk bek dan kiper lawan.

"Mudah-mudahan CISS bisa bermain dengan baik meski lawannya ASTAM. Siapa pun lawannya tidak boleh gentar karena kalau sudah ada di atas lapangan semua sama saja paling penting siapkan fisik juga mental," tegas Dedi.





"Saya sudah lihat langsung pertandingan mereka saat melawan ASIOP. Dibanding tim-tim lain yang pernah dihadapi CISS sebelumnya, ASTAM ini punya organisasi dan struktur permainan sangat rapi. Tapi saya sudah siapkan strategi untuk meredam hal tersebut," ujar Dedi seraya tersenyum.



Salah satu elemen strategi yang tengah disiapkan Dedi itu mungkin ada dalam diri Muhammad Arief Firmansyah. Sebelum menjebol gawang BMIFA, pemain bernomor punggung 10 itu adalah aktor utama dua gol CISS kala menekuk Java Soccer Academy.

Jelas makin lengkap pula "amunisi" CISS. Sore hari dan M Arief Firmansyah, ibarat kata itu adalah jimatnya.

"Tanpa mengecilkan peran pemain lainnya, Arief adalah pemain kunci CISS ia mempunyai naluri mencetak gol sangat baik," tegas Dedi.






  • Tags