Daeng Elzra Imansa; Cedera Engkel hingga Ban Kapten di Lengan

by admin on 2 months ago




IJL.Com- Daeng Elzra Imansa jadi tokoh sentral di balik kesuksesan Pro: Direct Academy (PDA) U-11 melenggang ke babak play-off champions 12 Besar IJL Mayapada 2018. Tidak salah memang jika ban kapten menempel di lengan pemain bernomor punggung 10 tersebut.

Misi PDA U-11 untuk mengamankan tiket play-off berjalan sesuai rencana. Satu kemenangan dan satu hasil imbang membuat tim Merah-Hitam sukses mengantongi 40 poin dari 12 laga. 

Meski harus menyerahkan tampuk pimpinan klasemen ke Serpong Jaya, tidak ada sama sekali raut kekecewaan di wajah anak-anak PDA. Sang pelatih, Imam Ibnu Aqil sendiri mengaku bangga dengan performa anak asuhnya pada akhir pekan kemarin.

Tanpa mengesampingkan pemain lain, aktor utama PDA U-11 saat jumpa Maisa Bekasi dan Bhayangkara Tigaraksa FS tak lain adalah Daeng Elzra Imansa. Punya posisi layaknya seorang Andrea Pirlo sebagai deep lying-playmaker, pemain bernomor punggung 10 itu mampu mencatatkan namanya dua kali di papan skor.

Ya, seperti mencontek gaya permainan Pirlo, Elzra mampu menjadi seorang pemimpin untuk rekan-rekan setimnya dimulai dari lini tengah. Keahliannya dalam mengeksekusi tendangan bebas pun muncul kembali setelah sempat hilang.

"Elzra menjalankan perintah dengan sangat baik kemarin. Ia bisa membimbing rekan-rekan setimnya," tegas Imam.



"Dia dulu sebenarnya sering mencetak gol lewat cara-cara tersebut (free-kick). Ezlra pernah cedera engkel sampai kemarin dia dapat feel terbaiknya. Saya senang dia bisa kembali lagi," ucap Imam semringah.



Tugas Elzra di PDA sebenarnya tidak mudah. Selain "dibekali" angka keramat, ia juga dapat kepercayaan mengenakan ban kapten di lengannya.

Imam sendiri mengatakan punya beberapa alasan memilih pemain dengan gaya rambut stylish itu sebagai kapten tim. Dalam hal ini ia juga menolak jika ada anggapan soal campur tangan ayah Elzra, Taufik Imansa yang juga manajer PDA.

"Menjadikan Elzra kapten sebenarnya sebagai bentuk motivasi saya kepada dirinya setelah sembuh dari cedera. Kebetulan, ia punya jiwa leadership sehingga harus terus dipacu," ungkap Imam.




"Posisinya sebagai kapten tentu tidak ada hubungannya dengan ayahnya, Pak Taufik. Ini semua semata karena kerja keras Elzra, saya sebagai pelatih juga tidak pandang bulu karena semua pemain harus diapresiasi," tegas salah satu pelatih terbaik di IJL 2017 itu.





Yang patut dicatat, di dua laga kemarin PDA mampu tampil maksimal tanpa dua pemain andalannya di lini depan seperti Fabian Yafa dan Lui George. Bisa jadi, hal itu jadi motivasi anak-anak lain khususnya Elzra untuk bisa memberikan kontribusi lebih.

"Fabian dan Lui adalah dua sosok pemain yang begitu penting di PDA, tapi kami tidak mau terlalu bergantung pada satu-dua nama saja. Materi yang ada saat ini sama, punya kelebihannya masing-masing," tutup Imam.







  • Tags