Debut Manis Adnan Mahing

by admin on 6 months ago




IJL.Com- Debut pelatih anyar Salfas Soccer, Adnan Mahing berakhir manis. Gol cepat Frayoga Wijaya bak ucapan selamat datang untuk sang juru taktik.

Laga baru berjalan 30 detik, Stadion Mini Cisauk sudah bergemuruh. Adalah Frayoga Wijaya, penyerang Salfas Soccer yang jadi aktor utamanya manakala aksi pemain bernomor punggung 10 itu begitu mengejutkan mata penonton lewat gol cepatnya.

Satu gol dari Frayoga "The Flash" Wijaya sudah cukup menjadi garansi kemenangan Salfas atas KMJR Cilegon di pekan ke-10 IJL Mayapada U-13 Grup Sensation. Makin segar dengan adanya catatan debut manis sang pelatih anyar, Adnan Mahing.

"Pengalaman pertama yang berkesan. Saya begitu menikmati jalannya permainan," ujar Adnan.



"Sebenarnya ini bukan pertama kalinya menangani tim level akar rumput karena waktu di Garut saya cukup sering, tapi untuk yang sifatnya atmosfer dalam bentuk kompetisi ya baru bersama Salfas ini. Sekali lagi, sangat berkesan," terang pelatih dengan lisensi B AFC itu seraya tersenyum.





Bicara soal gol ucapan selamat datang dari Frayoga, Adnan mengaku tidak terlalu terkejut. Seperti diketahui, high-pressing memang sudah jadi bagian filosofi permainan Salfas Soccer yang sejauh ini sudah mampu menceploskan 14 bola ke gawang lawan selama lima laga kompetisi IJL U-13 berjalan.

"Anak-anak saya lihat memang sudah terbiasa melakukan pressing cepat sejak peluit kick-off dibunyikan, jadi gol cepat Yoga sudah berjalan dengan skema yang sangat baik. Kalau ditanya apa saya terkejut? Jawabannya tidak karena ini memang sudah karakter bawaan skuat Salfas," tutur Adnan.







Pasca melanjutkan tongkat estafet kepelatihan dari Julkipli, Adnan sendiri baru memimpin latihan di Salfas pada Rabu (2/1). Tidak sulit bagi dirinya untuk "mencuri" perhatian Satrio Mega Insan dan kawan-kawan.

Disinggung soal alasan dirinya menerima pinangan Salfas, Adnan juga meyakini tidak ada alasan khusus. Baginya kala rumput hijau memanggil maka pantang bagi dirinya untuk balik kanan.

"Perkenalan pertama dengan anak-anak sangat cair, saya buat latihan dalam bentuk permainan terlebih dahulu agar mereka bisa lebih nyaman beradaptasi," sambung eks penggawa Persikota Tangerang dan Persija Jakarta tersebut.



"Ya namanya orang bola, tidak bisa jauh-jauh dari rumput hijau. Ketika datang tawaran dari manajemen Salfas rasanya sulit untuk ditolak," ujar Adnan yang pernah menangani Persigar Garut dan PSKK Kota Kupang hingga asisten pelatih Rahmad Darmawan di Timnas Indonesia U-23 SEA Games 2011.


Poin penuh atas KMJR juga menthabiskan Salfas dengan rekor tiga kemenangan beruntun. Di tabel klasemen sementara mereka dengan setia menempel ketat sang capolista, ASIOP Apacinti dengan raihan poin sama yakni 18.


  • Tags