Di Balik Pesta Juara ASIOP Apacinti, Biar Foto yang Berbicara

by admin on 2 months ago




IJL.Com- Keberhasilan ASIOP Apacinti U-9 menggondol trofi IJL Mayapada 2018 tidak hanya dirasakan pada pemainnya dengan penuh sukacita, tangis orangtua terselip di dalamnya. Satu foto, sejuta cerita.

Seperti final musim lalu, partai puncak IJL musim 2018 juga menyita banyak waktu. Jika 2017 ada drama babak adu penalti, kini babak perpanjangan waktu jadi bumbu pemanis di atas lapangan.

Bagaimana tidak, gol tunggal kemenangan ASIOP Apacinti ke gawang CISS Soccer Skill baru bisa terjadi saat babak perpanjangan waktu memasuki regulasi 2 on 2. Kejelian legenda hidup Mutiara dari Senayan, coach Giman dengan tidak mengganti Nayaka Aryasatya disebut-sebut jadi kunci utama.





Nayaka catatkan nama di papan skor, gol emas terjadi, wasit meniup peluit panjang dan akhirnya ASIOP berhasil meraih gelar jawara IJL Mayapada 2018. Tawa sukacita dan tangis air mata terekam dengan jelas di kamera crew Indonesia Junior League pasca laga final berakhir.

Bak tersihir aura perjuangan anak-anaknya, sontak pendukung ASIOP berlari ke dalam lapangan merayakan momen juara. Tidak ada komando semuanya berjalan spontan begitu saja, ya beginilah magis dari sepak bola.



Seperti yang diungkapkan oleh salah satu orangtua ASIOP yang juga ayah dari kiper Ali Putra Ka'bah, Muhammad Faisal. "Panasnya" laga final IJL Mayapada 2018 mengingatkan dirinya pada momen band punk rock asal Russia, Pussy Riot yang menerobos masuk ke lapangan saat laga final Piala Dunia antara Perancis vs Kroasia beberapa waktu lalu.

"Sy pun ketangkap kamera sedang tumplek-tumplekan bersama para pemain setelah Golden Goal @nayaka_0207," tulis Faisal di akun Instagram pribadnya.

"Seperti aksi 'pussy riot' di final world cup 2018, kita tdk menggubris batas garis penonton, lsg lari memasuki lapangan memeluk anak2," sambungnya.





Bagi orangtua setiap pemain, tentunya bisa jadi kebanggaan tersendiri melihat buah hatinya berjuang selama enam bulan terakhir mengikuti keras dan semakin kompetitifnya kompetisi IJL Mayapada 2018. Suatu hari nanti, bukan tidak mungkin tangis mereka akan kembali pecah bila melihat anak-anaknya bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan lambang garuda di dada.



"Saya percaya, untuk anak-anak sebenarnya ini bukan tentang memenangkan Piala. Hal tersebut mungkin nomor 10 di daftar keranjang hadiah mereka. Jauh di bawahnya, nomor satu dalam daftar hadiah mereka, saya menanngkap senyuman orangtua, pengakuan dan tepuk tangan," tutur Faisal.





  • Tags