Jaga Tradisi, Mission Complete Pasukan Sparta

by admin on 4 months ago




IJL.Com- Misi SSB Sparta 1979 U-11 membungkus gelar juara plate-cup IJL Mayapada 2018 berhasil. Semakin lengkap pula karena kapten tim, Rifal mampu bawa pulang sepatu emas, lambang supremasi raja gol.

Sparta terlalu superior. Di laga grand-final kontra Villa 2000, mereka mengamuk. Hasilnya Black Orange mampu mereka bekap tiga gol tanpa balas.

Meski demikian, pelatih Sparta yakni Indra Adi Gumelar menolak jika anak asuhnya tampil tanpa hadangan berarti akhir pekan kemarin. Usut punya usut saat tampil kontra Bhayangkara Tigaraksa FS di babak semifinal, mereka sempat alami demam panggung. Betul adanya memang karena gol kemenangan baru ditentukan lewat babak perpanjangan waktu.

Beruntung, jauh sebelumnya sudah ada motivasi ditanamkan untuk pasukan Sparta. Alhasil demam panggung itu pun perlahan luntur saat jumpa Villa 2000.

"Alhamdullilah anak-anak tampil meyakinkan di partai puncak padahal sebelumnya di semi final tampil kurang meyakinkan, ya mungkin ada sedikit beban. Tapi saya selalu bilang ke mereka jika bermain harus happy juga fun, berjuang untuk orangtua selalu di kedepankan tanpa menyampingkan nama besar SSB," ujar Indra.



"Untuk persiapan saya rasa sama dengan tim-tim lain karena hanya punya waktu satu minggu. Tapi saya dan manajer ( pak Tono ) selalu kasih motivasi ke anak-anak agar percaya diri pada saat tampil bermain," sambung Indra seraya tersenyum.





Bisa dibilang misi Sparta 100 persen berhasil. Hal itu dipertegas soal kesuksesan pemain mereka, Rifal meraih gelar sepatu emas usai keluar sebagai top-skorer IJL Mayapada 2018 (U-11) lewat raihan 16 gol.

Alhasil, senyum mengembang kian jelas terpancar keluar dari wajah sang pelatih. Sesuatu yang luar biasa memang melihat pemain dengan posisi asli sebagai gelandang bertahan bisa menutup kompetisi dengan label cappocanieri. Praktis hanya seorang Muhammad Habsy (Putra Sejati) yang mampu menyaingi Rifal dengan selisih satu gol.

"Alhamdullilah yang pasti hasil kemarin di IJL berkat kemauan serta kerja keras anak-anak serta para orangtua," tegas Indra.




"Saya selalu bilang ke semua anak-anak, jangan pernah menganggap remeh pertandingan, lawan dan kawan satu tim. Khususnya buat Rifal tentu harus terus berlatih dan jangan cepat puas diri apa yg sudah diraihnya," tandas pelatih berkacamata itu.



Sebelumnya di 2017, Sparta juga mampu meraih gelar plate-cup di kategori U-9. Praktis hal tersebut membuat anak-anak Limo mampu menjaga tradisi manis selama berlaga di kompetisi Indonesia Junior League.




  • Tags