Kerja Keras SS Gagak Rimang U-11 Buat Sang Pelatih Angkat Topi

by admin on 4 months ago




IJL.ComSekali lagi, Choirul Anam membuktikan dirinya sebagai salah satu pelatih bertangan dingin. Mengawal SS Gagak Rimang U-11 hingga menutup kompetisi IJL Mayapada 2018 dengan posisi peringkat ketiga terbaik sudah cukup membuat dirinya tersenyum bangga.

Publik Indonesia Junior League masih ingat betul bagaimana seorang Choirul Anam mengantar Salfas Soccer U-9 meraih gelar juara di kompetisi IJL 2017. Musim 2018, sentuhannya belum hilang malah semakin terasa tajinya.

Meski gagal mempertahankan gelar bersama Salfas U-9, kapasitas Choirul sebagai pelatih bertangan dingin ia buktikan saat mengawal SS Gagak Rimang U-11. Ya, di pekan penutup IJL Mayapada 2018 akhir pekan kemarin, Rakha Lubis dan kawan-kawan sukses membekuk Serpong Jaya (2-1) untuk memastikan diri sebagai posisi peringkat ketiga terbaik.

Walaupun tak mampu menembus babak semifinal, raihan peringkat ketiga terbaik sudah cukup membuat Choirul tersenyum lebar. Menurutnya apa yang didapat SS Gagak Rimang U-11 sudah berjalan di luar ekspektasi.

"Alhamdulillah, anak-anak sudah bekerja keras selama enam bulan terakhir. Bisa masuk semifinal, saya kira ini adalah pencapaian dan prestasi sangat maksimal," tegas Choirul.



"Masih banyak pekerjaan rumah sebenarnya bagi saya sebagai pelatih. Baik secara tim maupun tiap individu pemain," tambahnya lagi.



Meski demikian, sekali lagi apresiasi tinggi diberikan Choirul untuk anak asuhnya. Bahkan ia menyebut gaya permainan anak asuhnya lebih baik dibanding 2017 lalu.

"Gaya permainan pasti lebih beda, jelas ada peningkatan dibanding 2017 yang kemarin. Semuanya tampil progresif padahal kami mengalami kendala klasik dalam soal jadwal latihan, anak-anak jarang berkumpul bersama," terang Choirul.


"Ya sekali lagi ini jadi PR saya," sambung juru taktik yang mengidolakan eks allenatore AC Milan dan Sevilla, Vincenzo Montella itu.




Dikorek lebih lanjut, Choirul tak ragu menyebut satu nama pemain yang paling mencuri perhatiannya. Tidak lain adalah sosok Gafta Kamil disebutnya.

Bisa dibilang, Gafta adalah jantung lini tengah SS Gagak Rimang disamping M Rizqullah Alifasyah. Maka jangan heran, ada pujian khusus didaratkan pemain bernomor punggung 10 tersebut.

"Jika menyebut satu nama, maka Gafta Kamil jawabannya," ungkap pria berusia 35 tahun itu.

"Dia adalah pemain petarung, walau badannya kecil tapi  daya juang tinggi, pantang menyerah biar lawannya punya postur besar sekalipun. Gafta adalah jantung tim bersama Al," tandas pelatih kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur tersebut.






  • Tags