Diego-sentris, Pelatih Serpong City Petik Sisi Positif




IJL.Com- Di pekan keempat IJL Mayapada 2018, Serpong City Soccer School U-9 perlahan mampu keluar dari trek negatif berkat aksi apik pemain andalan mereka, Diego Andres Sinathrya. Disebut terlalu Diego-Sentris, pelatih The Wolf tak mau ambil pusing.

Hasil satu menang dan satu imbang dari dua laga di pekan keempat IJL Mayapada 2018 jadi raihan maksimal yang digapai skuat Serpong City Soccer School. Menekuk tim unggulan seperti ASTAM (1-0) dan bermain imbang kontra Serpong Jaya (0-0) bisa jadi sinyal kebangkitan The Wolf setelah pada pertandingan minggu sebelumnya menelan dua kekalahan.

Tak heran, senyum mengembang ada di wajah pelatih Serpong City Soccer School, Ahmad Naskolani melihat progres anak didiknya. Ia juga mengakui sebelum laga dimulai ada semangat menggebu-gebu dari The Wolf untuk bisa bangkit.

"Pekan keempat ini memang sangat baik dari laga sebelumnya baik dari segi hasil ataupun organisasi permainan anak-anak. Saya cukup puas," terang Ahmad.



"Seperti di laga saat melawan ASTAM, anak-anak memang sangat bersemangat untuk memberikan yang terbaik apalagi melihat dukungan tanpa henti orangtua mereka di pinggir lapangan. Alhamdulillah, ada kemenangan pertama di IJL Mayapada 2018 ini," sambungnya.







Sayangnya saat jumpa Serpong Jaya di laga kedua, hasilnya tak terlalu berjalan mulus. Hasil imbang tanpa gol harus puas diraih Serpong City Soccer School.

"Anak-anak sedang mencapai kondisi terbaiknya saat melawan ASTAM, puncaknya ada disitu. Sempat ada jeda istirahat pertandingan, mungkin sedikit kehilangan momentum saat jumpa Serpong Jaya. Tapi tim lawan juga bermain sangat disiplin, kami sempat kesulitan," terangnya lagi.




Hasil imbang itu memang tak lepas dari peran sang juru gedor, Diego Andres Sinathrya yang terus menerus ditempel ketat oleh penggawa Serpong Jaya. Beberapa kali pemain bernomor punggung 85 itu kesulitan menembus pertahanan lawan, hal yang sangat berbeda kala dirinya jumpa ASTAM.

Fakta itu membuat ada anggapan Serpong City Soccer School terlalu mengandalkan Diego di atas lapangan. Meski demikian, hal itu disebut Ahmad bukan menjadi masalah bagi dirinya sebagai seorang pelatih.

"Tidak masalah kalau ada anggapan Serpong City Soccer School terlalu Diego-Sentris. Kalau hasilnya positif untuk anaknya sendiri apalagi teman-temannya saya rasa tidak apa-apa ya," ujar Ahmad.





"Tapi memang harus diakui tadi saat melawan Serpong Jaya ada empat bek sampai harus mengawal Diego. Kami sudah sering bertemu Serpong Jaya dan mungkin mereka sangat paham dengan kualitas Diego. Hal-hal seperti ini yang akan menjadi bahan evaluasi saya sebagai pelatih," ujarnya.





Serpong City Soccer School sejauh ini memang baru mencetak dua gol dari empat laga. Dari catatan yang ada, semuanya diborong oleh Diego.

The Wolf sendiri saat ini masih berada di peringkat kesembilan klasemen sementara Grup A Phenomenon. Dari empat laga, mereka baru mengantongi delapan poin.

"Dari empat laga perlahan sudah mulai teraba dengan jelas peta persaingan jika kami mau menuju delapan besar. Anak-anak ingin sekali cepat bertemu dengan Pelita Jaya," tandas Ahmad.




  • Tags