Djone Alexandre Nathanael; Sudah Terlanjur Jatuh Cinta dengan Si Kulit Bundar




IJL.Com- Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, mungkin itu peribahasa yang tepat untuk menggambarkan hubungan Djone Alexandre Nathanael dengan sang ayah. Like father like son, sepak bola memang sudah membuat banyak orang mudah untuk jatuh cinta.

Djone Alexandre Nathanael bukan nama baru untuk publik Indonesia Junior League. 2018 ini adalah musim keduanya berlaga di IJL dengan seragam Benteng Muda Indonesia Football Academy (BMIFA).

Darah sepak bola mengalir kental dari garis keturunan sang ayah yakni Djone George Nicholas yang pernah malang melintang di kancah dunia kulit bundar Tanah Air. Tercatat klub-klub teras seperti Persis Solo, PSS Sleman, Persita Tangerang, PPSM Magelang pernah dibela pria berdarah Kamerun tersebut. Gelandang adalah posisi fasihnya di atas lapangan.

Like father like son. Rumput hijau pun sudah dibilang cukup akrab untuk Djone cilik. Sejak Februari 2017, ia memantapkan langkahnya berseragam BMIFA.

"Djone baru bergabung dengan BMIFA ya 2017 lalu, kebetulan debutnya langsung berlaga di IJL Angkasa Pura 2," ujar sang ibu, Poppy Manaroinsong.



"Kalau ditanya kenapa pilih BMIFA, sebenarnya tidak ada alasan khusus ya. Kebetulan Djone memang ingin masuk SSB saat itu. Coba cek kesana-kemari, lalu saya ingat di Pintu Air 10, Sangego, Tangerang sering ada anak kecil keluar masuk pakai sepatu dan kostum bola. Tanya ke warga sekitar, baru tahu kalau disana ada markas BMIFA dan akhirnya diarahkan ke sana," tambah wanita berdarah Manado tersebut.




"Pertama kali latihan, Djone langsung sreg. Ya semakin yakin pula gabung ke BMIFA," terang Poppy.



Reputasi sang ayah yang pernah meramaikan atmosfer persepak bolaan Tanah Air pun kerap membuat Nael, sapaan akrabnya bangga. Praktis, hal itu membuat bek berusia 10 tahun itu semakin mudah jatuh cinta dengan dunia kulit bundar.

Bagaimana tidak, sudah sejak kecil Nael wara-wiri melihat sang ayah berlaga di atas lapangan. Sedikit banyak ia sudah hafal betul dengan aroma sepak bola Indonesia. Kebetulan pula dirinya punya hubungan kerabat dengan Francis Yonga, pemain asal Kamerun yang pernah berseragam Persija Jakarta, Arema Malang juga Persikota Tangerang.

"Oh iya, Nael tahu itu. Papanya berhenti main bola itu kan 2012, waktu Nael pas usia empat tahun sudah sering dia diajak ke stadion lihat suami saya bertanding," ujar Poppy.





"Nael memang sangat bangga sama papanya, teman ngobrol kalau sudah bicara sepak bola," sambungnya.



Pasca gantung sepatu, Djone senior sendiri saat ini memang tidak lagi berkecimpung di dunia sepak bola. Seperti diketahui, ia lebih memilih untuk menjadi pendeta.

Meski demikian, sepak bola tidak bisa sepenuhnya dilupakan olehnya. Terbukti di kesibukannya setiap akhir pekan menjadi seorang pendeta, ia tetap setia mendampingi sang putra berlaga dari pinggir lapangan.

"Papanya jadi pendeta sejak 2013, tiap akhir pekan sehabis isi khotbah pasti selalu sempatkan waktu lihat anaknya bertanding," ucap Poppy yang menikah dengan sang suami pada 5 Juli 2007 tersebut.


"Di IJL, kalau Nael tandingnya siang pasti pagi harinya dia ke gereja dulu. Ya sebagai orangtua selalu diingatkan juga biar ibadahnya ga boleh ketinggalan," tutupnya seraya tersenyum.




  • Tags