Erlangga Hagi; Dari Barcelona Sampai ke Metro Kukusan




IJL.Com- Kecintaan sang ayah pada Barcelona melahirkan nama Erlangga Hagi, penggawa Metro Kukusan U-9 di kompetisi IJL Mayapada 2018. Suatu saat nanti ia mengaku ingin sekali bertemu dengan megabintang Los Cules, Lionel Messi.

Mendengar nama George Hagi praktis akan terdengar asing di telinga pesepak bola cilik Indonesia saat ini. Namun untuk pecinta dunia kulit bundar dari era 90-an, sulit rasanya untuk melupakan sepak terjang mantan pemain Timnas Rumania dan penggawa Barcelona, Real Madrid, Brescia dan Galatasaray tersebut.


Meski hanya mencetak tujuh gol dari 36 laga bersama Barcelona dalam kurun waktu 1994-1996, namun nama Hagi tidak mudah begitu saja dihapus dalam tinta emas klub yang bermarkas di Camp Nou tersebut. Aksi pemain dengan julukan Maradona dari Balkan itu tetap dapat menyihir jutaan fans berat Los Cules dari seluruh penjuru dunia. Tidak lupa satu gelar bergensi yakni Piala Super Spanyol pun pernah ia persembahkan untuk El Barca.





Hal itu yang sedikit terungkap dari kisah bocah cilik berusia delapan tahun, Erlangga Hagi. Ia baru sadar namanya terlahir tidak bisa dilepaskan dari klub sebesar Barcelona.

"Iya, ayah saya memang penggemar Barcelona. Udah lama jadi fans Barca," ujar Hagi dengan sedikit malu-malu.



"Kalau ayah lagi nonton Barcelona, saya sering ikut nonton, tapi suka ketiduran apalagi kalau besoknya ada jadwal sekolah he-he-he. Kami berdua juga punya jersey Barca," tambahnya lagi.





Saat diceritakan tim IJL.Com soal kiprah George Hagi, pemain bernomor punggung 19 itu pun nampak sangat antusias. Bahkan ia semakin termotivasi mencari tahu sendiri sepak terjang gelandang serang yang mencatatkan 125 caps bersama Timnas Rumania tersebut.

"George Hagi (sambil mengeja). Nanti coba saya tanya ke ayah, fotonya ada di google kan ya? Videonya masih ada di Youtube?," ujarnya semakin penasaran.



"Memang jago ya dia? Dulu pakai nomor berapa di Barcelona?," tambah Hagi cilik balik bertanya.



"Kalau ayah saya di Barcelona sekarang ngefans sama bek kirinya (Jordi Alba), kalau saya suka Lionel Messi. Ingin sekali bertemu Messi," sambung salah satu kapten Metro Kukusan U-9 itu.





Hagi sendiri bersama Metro Kukusan memang jadi salah satu pilar tim asal Depok itu di tengah semakin sengitnya persaingan atmosfer kompetisi IJL Mayapada 2018. Perlahan ia sudah mampu menarik perhatian talent scouting Indonesia Junior League. Terbukti pada pekan kedua, bek yang lihai mengeksekusi tendangan bebas itu masuk dalam deretan best starting evelen.

"Hagi ini sebenarnya sering absen latihan karena ada jadwal bentrok dengan sekolahnya, ia biasa pulang sore hari. Andai tidak ada masalah non-teknis tersebut, saya yakin Hagi bisa lebih baik lagi terutama dalam hal soal kebugaran," ujar pelatih Metro Kukusan, Yatno.





"Tapi kalau sudah bicara tendangan bebas, Hagi memang di atas rata-rata. Saya harap lewat IJL Mayapada 2018 ini, ia bisa terus berkembang dengan positif," terang sang pelatih.



























  • Tags