Imam Ibnu Aqil: Ganti Status, Sedap-sedap Nikmat

u11-28042019-prodirect-academy-vs-djoe-fc


IJL.Com- Pelatih Pro: Direct Academy, Imam Ibnu Aqil agak malu-malu saat ditanya soal status baru yang kini disandangnya. Musim 2019 memang jauh lebih bergairah.

Semakin kompetitifnya arus persaingan Indonesia Junior League membuat pelatih Pro: Direct Academy (PDA), Imam Ibnu Aqil buka suara. Musim 2019 ini ia akui aromanya memang lebih sengit.

Imam sendiri sudah tiga musim mengawal PDA di IJL. Puncak penampilannya ada pada musim 2017 saat label pelatih All Stars U-9 sukses ia sabet.

2018, tangan dingin Imam masih terasa ampuh. Sempat terseok-seok di awal kompetisi, pada akhirnya PDA U-11 sukses ia bawa ke fase delapan besar champions.

"IJL tahun ini lebih kompetitif. Dari mulai penambahan kuota peserta dan banyak juga tim pendatang baru. Peta persaingan lebih seru," ujar Imam.



"Materi pemain PDA sendiri tidak jauh berbeda dengan musim-musim sebelumnya, masih banyak wajah lama. Tantangannya tentu harus bisa main lebih enjoy supaya hasilnya berujung baik, fokus satu tujuan, perbanyak momentum agar mampu bergerak stabil," tutur Imam.



Di PDA U-11 misalnya memang masih ada Rafi Kiendra dan marquee player, Lui George yang sudah cukup akrab di telinga publik Indonesia Junior League. Jangan lupakan pula Naufal Shauqill, penjaga gawang bertubuh gempal jebolan All Stars 2017.  

u11-28042019-fifa-farmel-vs-prodirect-academy

u11-28042019-prodirect-academy-vs-djoe-fc

Untuk skuat U-9, Gavin Achmad Fabio bisa dibilang sudah semakin matang. Dari tiga laga sudah ada tiga gol disumbangkan putra dari aktor dan pembawa acara televisi, Irgi Fahrezi tersebut.

u9-21042019-prodirect-academy-vs-indonesia-rising-star

"Masih belum panas, mudah-mudahan selepas lebaran sudah makin on," ujar Imam.



u11-28042019-prodirect-academy-vs-djoe-fc



"Bulan puasa ini kami tetap menggelar latihan, tapi menunya lebih bersifat fun dan conditioning saja agar sentuhan bola anak-anak terus terjaga tetap bugar. Minimal saat kompetisi kembali dimulai kami bisa langsung curi start, selalu siap tempur terpenting progres jauh lebih baik," tutur Imam.





Ya, materi pemain memang sama, ramuan pun tidak jauh berbeda, tapi bagi Imam secara pribadi musim 2019 ini gairahnya terasa lebih meletup-letup. Bukannya tanpa sebab mengingat ia baru melepas masa lajang Oktober 2018 lalu, sedang hangat-hangatnya.

2019 ganti status. Tak pelak dukungan sang istri, Anita Mayang Tanjung jadi pelecut semangat untuk pelatih asal Tegal tersebut. 

"Iya, bulan ini kan juga momen puasa pertama bareng istri. Alhamdulillah, sedap-sedap nikmat," ujar Imam seraya tertawa lebar.



"Kebetulan istri saya orang Minang, ya lumayan jago masak lah. Apapun yang disuguhkan di atas meja makan, lahap habis semua," tandas Imam tak kuasa menahan tawa



  • Tags