Maesa Belajar dari Kesalahan

by admin on 2 weeks ago




IJL.Com- Penampilan ciamik Maesa Cijantung memaksa anak-anak Salfas Soccer "pecah kongsi". Si Burung Hantu belajar dari kesalahan.

Maesa tampil trengginas pada pekan ke-18 IJL U-13 Grup Sensation. Jumpa sang pemuncak klasemen, Salfas Soccer, tidak ada raut wajah kegetiran dalam diri armada Cijantung.

Hasilnya, poin penuh sukses dibawa pulang. Penampilan menawan Saubyhaky Putra dan kawan-kawan memang patut mendapat acungan dua jempol.

"Alhamdulillah, seperti yang sebelumnya pernah saya sampaikan bahwa kunci untuk menekuk tim sekelas Salfas tak lain adalah fokus, terus fokus dan kerja keras," ujar pelatih Maesa, Warya Sunarya.



"Saya dan anak-anak percaya jika semuanya itu bisa dilakukan maka hasil positif akan datang," sambung Arya dengan wajah semringah.



Maesa sudah unggul cepat saat laga baru berjalan satu menit. Adalah M Fathan yang jadi aktor utamanya. Harus diakui sepak terjang penyerang bernomor punggung 28 itu ibarat petir di siang bolong untuk Salfas.

Belajar dari kesalahan. Itu yang dilakukan Maesa berkaca dari hasil minor kontra ASTAM di laga sebelumnya.

Pujian pun Arya daratkan untuk kiper Maesa, Dewa Nedi Saputra. Sedikit "sentilan" yang diberikan sang pelatih ibarat obat manjur untuk Dewa.

"Gol pertama memang menentukan, sangat menambah kepercayaan diri kami. Tapi anak-anak diingatkan saat laga kontra ASTAM, mereka benar-benar belajar dari kesalahan," ujar Arya.



"Saya juga angkat topi untuk Dewa, tampil full-team di bawah mistar gawang. Banyak penyelamatan dibukukan, sekali lagi kami benar-benar belajar dari kesalahan," tambahnya lagi.



Di atas lapangan, kunci kemenangan Maesa atas Salfas juga tak lepas dari "ruang isolasi" yang mereka bangun untuk sutradara permainan tim lawan, Satrio Mega Insan. Bukannya tanpa sebab mengingat ada label gelandang haus gol untuk penggawa IJL Elite 2017 tersebut.

Ibarat kata, Maesa sudah memaksa Salfas "pecah kongsi". Memang sebelum jalannya laga, Arya sudah paham betul kualitas dahsyat dari winger tim lawan sekelas Tedja Kusuma juga Paskah Nainggolan.

"Kami suguhkan pressure terhadap beberapa pemain kunci Salfas terutama gelandang dan sayap mereka yang sangat agresif. Bocoran lewat rekaman pertandingan benar-benar sangat berguna untuk saya," ungkap Arya.







"Gelandang kami juga bermain baik, bisa menjaga titik keseimbangan saat bertahan dan menyerang. Satu lagi, semangat juang kapten Maesa, Saubyhaky Putra jadi kunci yang tidak bisa dipungkiri," tandas Arya.



  • Tags