"Membumikan" Filanesia Jadi Kunci Kemenangan Putra Sejati U-11

by admin on 1 year ago




IJL.Com- Kunci kemenangan Putra Sejati atas ASTAM di babak final IJL Mayapada 2018 (U-11) tidak lepas dari keberhasilan mereka "membumikan" filanesia (filosofi sepak bola Indonesia) di atas lapangan. Video rekaman pertandingan tim lawan juga mereka bedah pelan-pelan.

Putra Sejati U-11 baru saja memastikan diri sebagai jawara baru di ajang kompetisi Indonesia Junior League. Hasil itu mereka raih usai di babak final mengalahkan tim asal Tangerang Selatan, ASTAM.

Dua gol cepat M Isfandyar jadi salah satu kunci kemenangan Putra Sejati. Selebihnya, kejelian tim pelatih membumikan filanesia pegang peranan sangat besar pula.

"2018 ini jelas sangat beda dengan musim lalu, kebetulan kami ada di Grup A Phenomenon dimana diisi SSB dengan kekuatan merata baik dari segi materi pemain dan jam terbang," ujar salah satu tim pelatih Putra Sejati, Menzano.



"Kami belajar dari musim lalu dimana Putra Sejati terlalu bergantung pada Jehan Pahlevi. Sekarang kami mencoba apa yang dimanakan sepak bola satu-dua sentuhan dengan konsep filanesia," tambahnya lagi.



Filanesia yang tengah gencar digalakkan oleh PSSI dalam kurun waktu satu tahun terakhir memang disebut Seno, sapaan akrab Menzano membuat tim asuhannya berkembang dari lini ke lini. Tidak heran di tengah derasnya kepungan serangan ASTAM, Putra Sejati tak hanya sibuk mengatur pertahanan namun juga menyusun alur serangan dua kali lipat lebih berbahaya.

"Compact-defense lalu bikin serangan balik. Kelihatannya kami memang tertekan saat jumpa ASTAM tapi bisa dilihat sekalinya bola ada di anak-anak maka hasilnya lebih maksimal, dua gol M Isfandyar jadi bukti," ujarnya.





"Saya kira strategi kami mematikan permainan ASTAM berhasil dengan konsep filanesia yang Putra Sejati bangun, terutama cara anak-anak bangun serangan dengan satu-dua sentuhan tersebut. Video rekaman pertandingan juga membantu tim pelatih, ada Fernanda di ASTAM yang bisa dikawal dengan sangat baik oleh dua pemain Putra Sejati," tambahnya.


Selain menggondol gelar juara, kemenangan tersebut juga jadi pelampiasan terbaik Putra Sejati atas ASTAM. Seperti diketahui di babak penyisihan grup mereka harus mengakui keunggulan lawannya tersebut dengan skor 0-1.

Seno meyakini kekalahan di babak penyisihan grup itu pula yang melecut daya juang tim asuhannya. Praktis hasil 2-1 di laga grand-final ia sebut pantas dibawa pulang ke Pegadungan, Jakarta Barat markas Putra Sejati.

"Kami banyak belajar dari kekalahan saat di penyisihan grup lalu, apa yang jadi kelemahan Putra Sejati dan apa yang jadi kekuatan ASTAM. Anak-anak luar biasa sekali di partai final ini," tandas fans berat Jose Mourinho tersebut.



  • Tags