Mengubah Wajah Bantar Gebang ala Stoni Indonesia

by admin on 2 months ago




IJL.Com- Video trailer IJL Mayapada U-13 memberi dampak sangat positif untuk Stoni Indonesia. Mengubah wajah Bantar Gebang jadi agenda utama tim asuhan Maulana Irmon Dwi Putra itu.

Selalu saja ada cara yang digunakan Indonesia Junior League menyambut musim kompetisi baru. Tepat pada Senin (11/9), video trailer IJL Mayapada U-13 2018/2019 resmi dirilis. Durasi satu menit 30 detik cukup menggambarkan betapa dahsyatnya persaingan di atas lapangan nanti.

Salah satu tim kontestan yang nampak "tersulut" dengan video tersebut adalah Stoni Indonesia. Meski datang dengan status debutan, SSB dengan jersey kebesaran berwarna merah itu sama sekali tidak minder.

"Videonya sangat keren. Itu akan menambah gairah kami dalam bermain dan menunjukan keterampilan sebaik mungkin di lapangan nanti," ujar pelatih Stoni Indonesia, Maulana Irmon Dwi Putra.



Maulana juga menambahkan, Stoni Indonesia sebenarnya sudah lama menantikan waktu untuk mencicipi atmosfer IJL. Terhitung, sudah ada persiapan yang mereka lakukan sejak 2017 lalu.

Meski demikian, persiapan tersebut ia akui bukannya tanpa kerikil tajam. Beruntung, ada semangat musyawarah yang siap mengiringi perjalanan tim asuhannya.

"Sebenarnya kompetisi ini sudah kami agendakan dari tahun lalu sejak saya dapat informasi bahwa IJL Mayapada U-13 akan segera digelar musim 2018/2019. Informasinya juga sudah sampai ke orangtua tiap pemain sejak lama," ungkapnya.

"Alhamdulillah respon orangtua sangat positif, apalagi ini adalah kompetisi yang bagus untuk mengasah mental pemain karena pesertanya sudah sampak level Jabodetabek. Tapi sebenarnya sebelum screening pemain kemarin ada sedikit masalah, ya lebih ke faktor internal tapi alhamdulilah dengan jalan musyawarah semua bisa diatasi," jelas Maulana.

"Skuat U-13 sudah terbentuk sejak Mei tahun lalu dan sudah sering mengikuti festival bahkan liga yang butuh waktu lima bulan. Jadi saya rasa kekompakan tim sudah terjalin baik sejak lama dan itu terlihat dari antusias pemain dalam latihan, ujicoba dan pertandingan resmi. Nilai-nilai tersebut yang akhirnya menular juga ke orangtua anak-anak didik, mereka tidak mau kalah kompak," tegas pelatih berusia 29 tahun itu.



Belum cukup membongkar rahasia kekompakan tim asuhannya, bicara strategi di atas lapangan, Maulana pun tak kalah bergairah. Ada beberapa pemain yang "angkat kaki" tidak membuat Stoni kekurangan darah.

"Semua lini kami kemampuannya hampir merata dari belakang, tengah, hingga depan. Walaupun skuat kami berkurang karena ada beberapa pemain keluar tetapi hingga kini banyak amunisi baru yang bergabung bersama kami. Skema tendangan bebas, sektor gelandang dan pos winger itu jadi kekuatan Stoni," ujarnya.



"Di setiap pertandingan sering saya tekankan ke pemain untuk fokus menikmati jalannya pertandingan dengan baik dan benar. Masalah hasil, Insya Allah mengikuti karena syaratnya tentu harus tetap kompak dan selalu kerja keras," sambungnya lagi.



Sebagai pelatih, Maulana sadar betul yang paling dibutuhkan anak-anak asuhnya saat ini adalah suntikan motivasi tanpa henti. Sudah barang tentu, di IJL Mayapada U-13 nanti, Stoni enggan tampil seadanya.

Yang paling menarik, ada misi berlipat ganda dibawa Stoni saat berlaga di atas lapangan nanti. Siapa sangka SSB yang berdiri pada 25 Agustus 2016 itu ingin mengubah wajah daerah tempat mereka berasal, Bantar Gebang.

Mendengar nama Bantar Gebang, praktis yang terekam dalam ingatan hanyalah bau tak sedap. Lewat aksi di atas rumput hijau, Stoni hadir untuk menambah warna baru yang tentunya lebih segar hingga elok dipandang mata.

"Tempat latihan kami ini berada di lingkup perusahaan alat tulis Faber Castell kawasan Bantar Gebang. Alhamdulillah semua fasilitas latihan Stoni mendapat dukungan dari mereka. Bahkan dalam waktu dekat ini, ada support besar kembali didapatkan untuk mendukung perjuangan anak-anak di IJL," beber Maulana.



"Pasti semua orang tahu kalau sudah menyebut nama Bantar Gebang, yang ada dipikirannya adalah tempat pembuangan sampah akhir. Tapi Insya Allah akan kami buktikan bahwa Stoni termotivasi untuk menjadi mutiara yang bernilai tinggi dari tempat kami berasal. Anak-anak berusaha tidak sekadar numpang lewat di IJL, mereka ingin lebarkan sayap ya sebisa mungkin sampai delapan besar agar kami bisa lebih dikenal lagi," tandas pria asli Bekasi tersebut.




  • Tags